Pacar Mengadu, Samurai 'Bicara'

264

redaksi.co.id – Pacar Mengadu, Samurai 'Bicara'

GIANYAR – Pagi kemarin, Rabu (30/9/2015), pria kurus bernama Ketut Merta (43), sibuk menjalankan rutinitas.

Segera ia mengambil air dan lap lalu mencuci mobil atasannya. Waktu masih menunjukkan pukul 06.30 Wita.

Karena fokus mencuci mobil, sejumlah orang yang lewat di jalan Manggis, Lingkungan Candi Baru Gianyar bahkan tidak sempat ia perhatikan satu persatu.

Yang ada di kepala pria asal Banjar Srokadan, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli ini hanya segera menyelesaikan tugasnya. Namun tak berselang lama terdengar bentakan yang membuatnya terperanjat.

“De ci macem-macem, apa kal tolih ci? Ngudyang ci ngintip tunangan cange? (Kamu jangan macam-macam, kamu lihat apa? Ngapain kamu ngintip pacar saya?),” begitu hardikan Mahaputra Pratastika (28), serampangan menuduh Merta dengan nada bicara menantang.

Merta terkaget. Seorang pria berbadan kekar sudah berdiri di dekatnya. Merta lalu bertanya, apa sebenarnya ini. Mahaputra, asal Padang Sambian Denpasar, mengaku tidak terima cara Merta memandang pacarnya.

Mendengar tuduhan serampangan itu, Merta pun masih kebingungan. Merta yang merasa tidak melakukan hal yang dituduhkan memilih diam. Ia bergeming kendati Mahaputra terus memaki.

Gayung pun tak bersambut. Mahaputra yang bertindak atas pengaduan pacarnya terus menantang bernada lantang bahkan sampai memukul dan menendang.

“Saya sempat dipukul dan ditendang. Padahal saya tidak kenal. Demi Tuhan saya tidak pernah melihat pacarnya. Orangnya juga saya tidak tahu siapa. Bagaimana bisa saya dituduh melirik,” tutur Merta keheranan.

Merta masuk ke rumah majikannya untuk menyelamatkan diri. Namun Mahaputra terus berteriak agar ia keluar dan meminta maaf. Daripada masalah panjang, Merta pun menyanggupinya. Ia menyampaikan permohonan maafnya.

Ternyata kata maaf tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Lagi-lagi pukulan demi pukulan mendarat di tubuhnya.

Sadar dengan kondisi yang sudah panas, Merta lalu bergegas mengambil helm. Namun, Mahaputra merebut kontaknya. Sebilah samurai lalu ia hunus dari sarungnya.

Merta mengaku sudah pasrah. Ia memejamkan mata dan merasa helmnya diiris senjata tajam. “Saya pikir kepala saya sudah terluka. Beruntung saya pakai helm. Saat itu saya sudah memejamkan mata dan berdoa agar saya selamat,” aku Merta.

Tak sedikit warga yang menyaksikan kejadian tersebut merasa ketakutan. Mereka melihat seorang pria penuh amarah terus menganiaya pria kurus yang tak berdaya.

Tak berselang lama, tantangan Mahaputra mendapatkan lawan. Bukan Ketut Merta, tapi jajaran Buser Polres Gianyar.

Ia yang awalnya gagah perkasa menghunus pedang akhirnya bertekuk lutut di hadapan aparat. Polisi langsung mengamankan pria yang gusar tanpa alasan yang masuk akal ini.

“Saya tidak terima pacar saya dilihat seperti itu, dari ujung jalan sampai depan kos dipelototi. Saya emosi. Kalau saya mau bunuh, sudah saya tusuk lehernya dia,” kata Mahaputra. (I Putu Darmendra)

(red/iti/mi/anik/SUH)

loading...

Comments

comments!