Program 35 Ribu MW Tak Jamin Listrik di Perbatasan

redaksi.co.id - Program 35 Ribu MW Tak Jamin Listrik di Perbatasan Wakil Ketua Unit Pelaksana Program Pembangunan Kelistrikan Nasional (UP3KN) Agung Wicaksono tidak menjamin lima tahun...

10 0

redaksi.co.id – Program 35 Ribu MW Tak Jamin Listrik di Perbatasan

Wakil Ketua Unit Pelaksana Program Pembangunan Kelistrikan Nasional (UP3KN) Agung Wicaksono tidak menjamin lima tahun ke depan seluruh daerah di perbatasan dapat dialiri listrik. Sebab sampai sekarang listrik masih terpusat di daerah Jawa dan Bali.

“Memang sulit tapi kami coba fasilitasi semaksimal mungkin,” ujar Agung. Proyek ambisius ini bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi dari 84 persen ke 97 persen dalam lima tahun. Namun, jika melihat rencana PT PLN (Persero), sebaran pemenuhan listrik tidak akan banyak berubah. Tercatat dalam Rencana Umum Pengadaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, daerah luar Jawa-Bali hanya dipasangi listrik dengan kapasitas 14.739 megawatt (MW).

Rinciannya, Sumatera sebesar 9.061 MW, Sulawesi sebesar 2.574 MW, Nusa Tenggara 665 MW, Kalimantan sebanyak 1.881 MW, Maluku 241 MW, dan Papua 317 MW. Agung menyatakan langkah perubahan bakal dilakukan dengan merevisi RUPTL PLN yang selesai pada November mendatang. Revisi dibarengi dengan pembentukan PLN regional yang dikepalai pemimpin setingkat direktur sehingga keputusan strategis bisa diambil dengan cepat.

“Kalau ini bisa dilakukan, mudah-mudahan rasio 97 persen bisa terlaksana secara merata,” ujar Agung. Anggota Dewan Energi Nasional Rinaldy Dalimi mengungkapkan kebijakan listrik yang terpusat adalah bentuk kesalahan tata kelola fatal. Selama ini, pemerintah hanya menargetkan pembangunan kelistrikan tanpa mendengar kebutuhan daerah.

Seharusnya, perencanaan pengembangan listrik dimulai dari pemerintah kabupaten/kota sehingga angka pengembangan menjadi riil dan sesuai kebutuhan. “Pemda bisa menjadi lebih aktif dibanding selama ini sikap mereka hanya menunggu arahan pemerintah pusat,” Rinaldy berujar.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!