Pertanyaan Sang Ayah untuk Raisa Setelah Terkenal

redaksi.co.id - Pertanyaan Sang Ayah untuk Raisa Setelah Terkenal UNIKNYA, ketika merekam single Serba Salah, Raisa tidak memberi tahu ibu dan ayahnya. Ia takut harapan orang...

363 0

redaksi.co.id – Pertanyaan Sang Ayah untuk Raisa Setelah Terkenal

UNIKNYA, ketika merekam single Serba Salah, Raisa tidak memberi tahu ibu dan ayahnya. Ia takut harapan orang tua membubung tinggi sementara Serba Salah belum tentu diterima khalayak luas. Bukannya tidak percaya diri. Namun, berupaya realistis. Tidak mau terlalu berbunga-bunga di awal. Ia percaya awal sebuah karier berkilau bukanlah berbunga-bunga melainkan kerja keras.

Diam-diam, ia mengetuk satu-satu pintu radio untuk menyerahkan CD Serba Salah. Berharap, lagu itu bisa diputar di udara. Langkah berikutnya, merekam album secara independen. Saya enggak punya beban moral dan utang budi kepada siapa pun. Saya enggak pinjam uang ke kepada Ayah dan Ibu. Tidak minta mereka mencarikan koneksi menuju perusahaan rekaman. Perkara hasilnya positif dan negatif, biarlah saya yang menanggung, paparnya panjang.

Selain menjadi orang pertama yang percaya, Ria menjadi humas Raisa di rumah. Artikel-artikel tentang putrinya yang muncul di koran, majalah, dan tabloid digunting dan dikumpulkan dalam binder. Tak jarang, ketika terbangun pada pagi hari, Raisa kerap memergoki Ria menonton konser putrinya dari kanal YouTube. Momen seperti inilah yang membuat Raisa bangga.

Sementara Allan N. Rachman (ayah Raisa-red.) bukannya meragukan kemampuan Raisa. Ayah dan kakak memberi banyak pertimbangan terkait keyakinan saya terjun ke musik mengingat sekarang industrinya sedang sulit. Ayah suatu ketika pernah bertanya: Industri musik bisa mengubah kepribadian seseorang. Kamu bisa, enggak tetap menjadi diri sendiri? bebernya.

Pertanyaan Ayah membekas di benak sampai sekarang. Pertanyaan itu membuat Raisa mencari pegangan agar tidak silau popularitas dan berubah menjadi orang lain. Pertanyaan itu menggiring Raisa pada sebuah prinsip penting: selama berada di dekat dengan keluarga, sahabat, dan Tuhan, sepahit apa pun industri hiburan insya Allah, ia tegar ditempatkan di mana pun.

Sampai sekarang saya tetap jadi anak mereka, adik bagi kakak saya, teman bagi sahabat saya. Secara pribadi saya tidak banyak berubah. Kalaupun ada yang berubah, tingkat kedewasaan mengingat saya berkarier di umur 20 tahun dan sekarang 25 tahun. Saya belajar menghadapi masalah dan banyak orang dengan karakter berbeda, ujar Pendatang Baru Terbaik Anugerah Musik Indonesia 2012.

(wyn/gur)

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!