Rupiah Melemah, Agus Marto Diserang Meme

443

redaksi.co.id – Rupiah Melemah, Agus Marto Diserang Meme

Pelemahan rupiah yang belum tuntas diatasi merembet menjadi kritik terhadap kinerja Bank Indonesia. Sejak akhir pekan lalu, beredar banyak meme atau gambar-gambar lelucon di media sosial yang mempertanyakan kinerja Gubernur BI Agus Martowardojo dalam memimpin bank sentral. Meme-meme itu beredar di Facebook dan banyak grup Whatsapp. Setidaknya ada 12 versi meme yang diperoleh Tempo di tengah nilai tukar Rp 14.604 per per Dolar Amerika Serikat. Ada gambar uang kertas Dolar AS dan rupiah yang letoi dengan tulisan BI loyo lawan dollar.

Ada pula gambar uang pecahan Rp 100 ribu dengan Bung Karno dan Bung Hatta yang menutup wajah mereka lalu diberi tulisan Rupiah terpuruk BI malah ngumpet. Juga beredar meme tulisan Bank Indonesia Untung Besar Kalau Rupiah Letoy Pemerintah dan Rakyat yang Menanggung Beban Valas. Yang lebih menggelikan, ada meme foto wanita yang mengatakan, BI loyo lawan dollar, kalau kamu? Sejatinya, BI sudah menerbitkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi anjloknya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS.

Pada 28 Agustus lalu, misalnya, BI mengubah batas nilai maksimum pembelian valas melalui transaksi spot yang dilakukan tanpa keperluan tertentu (underlying). Nilai maksimum dari sebelumnya US$ 100.000 per bulan per nasabah/pihak asing diturunkan menjadi US$ 25.000 atau ekuivalennya per bulan per nasabah.

Dengan aturan itu, pembelian valas di atas US$ 25.000 diwajibkan memiliki underlying transaksi berupa seluruh kegiatan perdagangan dan investasi. BI juga mengatur apabila nominal underlying transaction tidak dalam kelipatan US$ 5.000, maka akan dilakukan pembulatan ke atas dalam kelipatan US$ 5.000. Tapi, transaksi yang memiliki underlying, seperti untuk keperluan mengimpor barang, membayar uang sekolah dan biaya pengobatan di luar negeri, atau pembayaran utang luar negeri, tidak akan diberlakukan pembatasan.

Bank sentral kembali mengeluarkan paket kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah pada 30 September 2015 sebagai kelanjutan paket kebijakan 9 September 2015. Paket kebijakan lanjutan tersebut difokuskan pada 3 pilar kebijakan, yaitu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat pengelolaan likuiditas rupiah, serta memperkuat pengelolaan penawaran dan permintaan valuta asing (valas). Bank Indonesia berharap, sinergi kebijakannya dengan pemerintah dapat memperkuat stabilitas makroekonomi dan struktur perekonomian Indonesia, termasuk sektor keuangan.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

loading...

Comments

comments!