Isyana Sarasvati Tidak Peduli kepada Haters

redaksi.co.id - Isyana Sarasvati Tidak Peduli kepada Haters BERKARYA dan berkarya. Abaikan omongan orang lain. Ini prinsip Isyana. Kini, seiring popularitasnya, semakin banyak pula yang mengomentarinya...

42 0

redaksi.co.id – Isyana Sarasvati Tidak Peduli kepada Haters

BERKARYA dan berkarya. Abaikan omongan orang lain. Ini prinsip Isyana. Kini, seiring popularitasnya, semakin banyak pula yang mengomentarinya secara fisik. Menyebutnya cantik, menyebut karyanya bagus, walau tidak jarang yang terjadi sebaliknya.

Pertama, aku tidak pernah baca komentar apa pun (terutama di media sosial) tentangku. Kalau ada yang bilang cantik, tidak masalah. Ada yang mengkritik atau menjadi haters juga tidak apa-apa. Tidak peduli, sih intinya, tegas Isyana.

Rasanya terlalu sempit kalau hidup hanya untuk memikirkan itu. Tidak bisa maju, sedangkan hidup cuma satu kali. Aku percaya, orang-orang yang punya penilaian positif jauh lebih banyak, hanya saja tidak terlihat.

Isyana pernah melihat kenyataan yang lebih menyeramkan daripada sekadar serangan haters yang dianggapnya masih berjarak terlalu jauh. Semasa sekolah dulu, intrik persaingan antara sesama murid, antara senior dan junior, antara diva, dianggap jauh lebih bisa melukai. Dulu, Isyana pernah mendapati kejadian seorang senior yang menjatuhkan juniornya dengan sengaja.

Jadi, ada seorang senior yang kasih pendapat salah ke junior. Hasil karya si junior, yang sebetulnya bagus, malah disuruh ganti. Yang junior percaya saja, karena bagaimana pun yang kasih pendapat itu seniornya. Sampai akhirnya dia justru kena marah guru. Masukan yang dikasih ternyata menjerumuskan, beber Isyana. Aku, sih dulu selalu di posisi netral. Bisa melihat itu semua, tapi tidak sampai kena efeknya.

Pengalamannya itulah yang kini dijadikan Isyana sebagai bekal. Terjun ke dunia hiburan, Isyana melanjutkan menempatkan diri dalam posisi netral. Tidak memaksakan diri dengan pertemanan sesama artis apalagi sampai geng-gengan.

Kalau ada yang mau berteman, mau mengajak mengobrol, boleh, kata Isyana.

Cuma aku tidak mau sampai kejadian, bilang best friend forever, tapi menusuk dari belakang. Enggak banget, pungkasnya.

(wida/gur)

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!