GBK Direnovasi Dengan Konsep Modern ala Menpora

307

redaksi.co.id – GBK Direnovasi Dengan Konsep Modern ala Menpora

JAKARTA – Renovasi komplek Gelora Bung Karno akan mulai dikerjakan 2016 mendatang. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pun sudah menyiapkan konsep modern.

Hal ini disampaikan Imam kala menerima perwakilan salah satu perusahaan IT asal Jepang yang ada di Indonesia, Nippon Electric Company (NEC) Indonesia di Kantor Kemnepora, kemarin pagi (6/10).

“Nantinya kami juga akan membuat sirkuit yang terkoneksi langsung dengan MRT (Mass Rapid Transit) dan fasilitas umum lainnya,” ujar Imam.Ini dilakukan supaya akses dan fasilitas pendukung bisa memudahkan pengunjung yang datang ke GBK secara langsung.

Konsep modern yang diusung Kemenpora juga akan meliputi fasilitas umum dan Restoran yang akan dibangun juga di komplek GBK. Wajar, dengan kondisi yang ada saat ini, sudah semestinya renovasi dilakukan pemerintah.

“Kami menawarkan Stadium Solution yang akan kami berikan kepada Menpora,” kata Ferra Liliana, Manajer NEC Bidang Kementerian/Lembaga.

Sejauh ini NEC punya pengalaman dalam membangun stadium solution. Seperti yang sudah mereka jalankan di Brasil, Prancis ataupun Rusia, yang notabene negara-negara tuan rumah event akbar Piala Dunia dan Euro.

Dalam waktu yang beriringan, Mensesneg Pratikno juga datang ke Kantor Kemenpora untuk memperdalam rencana renovasi yang akan dijalankan. Sebab, secara pengelolaan GBK berada dibawag langsung Sekretariat Negara.

Sedangkan Kemenpora diberikan tanggung jawab oleh presiden sebagai penanggung jawab renovasi. “Pertemuan tadi memang membahas masalah persiapan teknis menuju pelaksanaan renovasi,” ujar Imam.

Diskusi terkait detail desain proyek renovasi tersebut memang harus segera dijalankan kedua belah pihak. Karena secara tanggung jawab dan pengelolaan kedua kementerian ini punya peran.

Dengan perencanaan yang matang tahun ini, dan eksekusi renovasi awal 2016 diharapkan Asian Games 2018 bisa berlangsung meriah dengan Jakarta sebagai host opening dan closing multievent empat tahunan itu.

“Tentu diskusi seperti ini perlu lebih mengerucut terkait detail teknis renovasinya,” terang Pratikno. (nap)

(red/usland/argarito/RM)

loading...

Comments

comments!