Pengusaha Diminta Konsultasi ke BKPM Sebelum PHK Pegawainya

redaksi.co.id - Pengusaha Diminta Konsultasi ke BKPM Sebelum PHK Pegawainya JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal akan mengundang 300 pengusaha sektor industri padat karya dalam rangka...

15 0

redaksi.co.id – Pengusaha Diminta Konsultasi ke BKPM Sebelum PHK Pegawainya

JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal akan mengundang 300 pengusaha sektor industri padat karya dalam rangka sosialisasi Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu (DKITS).

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan dampak dari lesunya perekonomian yang dikhawatirkan akan berdampak pada gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pengusaha yang akan diundang adalah perwakilan dari perusahaan-perusahaan tekstil dan sepatu yang tergolong investasi-investasi padat karya.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan langkah BKPM untuk mengundang investor-investor padat karya tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengonsolidasikan komunikasi antara pemerintah dan pengusaha.

“Jadi antara pengusaha, pemerintah dan pekerja ini harus solid, salah satu upaya untuk menjaga kesolidan ini adalah dengan terus menjalin komunikasi secara intensif,” ujar Franky, Jumat (9/10/2015).

Menurut Franky, Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu ini sebagai upaya pemerintah memfasilitasi investor existing yang sedang menghadapi masalah, sehingga dapat mencegah terjadinya PHK.

Melalui desk ini, Franky meminta perusahaan yang berencana melakukan PHK, sebisa mungkin menyampaikan terlebih dahulu masalahnya kepada BKPM.

“Kalau memang kesulitan membayar listrik, maka kami akan fasilitasi pertemuan dengan PLN, kalau memang kesulitan dengan pinjaman, maka akan kami fasilitasi pertemuan dengan bank-bank BUMN yang ada,” jelasnya.

Dalam daftar 300 perusahaan yang akan hadir di BKPM di antaranya adalah mayoritas anggota dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persatuan Sepatu Indonesia (Aprisindo). Kedua sektor industri tersebut merupakan industri padat karya.

Dari data yang dimiliki oleh BKPM tercatat pada semester-I 2015 investasi masih tumbuh 16,6 persen mencapai Rp 259,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai investasi tersebut mampu menyerap tenaga kerja hingga 686.174 orang. Naik 12,31 persen dibandingkan tahun lalu.

Sebelumnya dalam peluncuran program Investasi Padat Karya untuk Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia awal pekan ini tercatat 16 perusahaan investasi padat karya di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah yang dapat menyerap tenaga kerja Indonesia sedikitnya 121.285 orang dalam kurun waktu 5 tahun (2015-2019).

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!