NOAH Menggoyang Pengunjung "Festival Made In Indonesia" di Washington DC

366

redaksi.co.id – NOAH Menggoyang Pengunjung "Festival Made In Indonesia" di Washington DC

WALAUPUN udara dingin mencapai 5 derajat celcius, lebih dari dua ribu penonton berdiri memenuhi plaza di depan panggung festival di wilayah Silver Spring Washington DC area, Amerika Serikat, pada hari minggu lalu.

Teriakan histeris sambil menyanyi, terus bergema diantara penonton yang rela berdesakkan selama lebih dari satu jam, untuk menonton konser band kesayangan mereka, NOAH.

Inilah puncak acara dari Festival Made In Indonesia, festival Indonesia pertama di wilayah timur Amerika Serikat yang tahun ini digelar untuk keempat kalinya. Cuasa buruk karena badai Joaquin beberapa hari sebelumnya tidak menyurutkan para fans NOAH maupun penggemar music Amerika untuk datang.

Tampil dengan jaket dan sweaters, NOAH mampu menghipnotis publik dan pencinta musik yang sebagian besar datang dari negara bagian Maryland, Virginia, Delaware, Pennsylvania, New Jersey hingga New York.

Mereka adalah warga keturunan Indonesia, Latin, Eropa, Afrika dan lain-lain yang berkunjung ke festival ini.

“Disini banyak orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Amerika, jadi kita juga bawakan beberapa lagu dari Peter Pan”, kata Ariel, vokalis NOAH.

Tampil dengan konsep unplugged, NOAH membawakan 10 lagu, dibuka dengan Ada Apa Denganmu, lalu Menunggumu, Separuh Aku,dan ditutup dengan Topeng.

Perjalanan Ariel, Uki, Lukman dan David ini merupakan rangkaian dari tour USA ke tiga kota, yaitu Los Angeles, DC dan New York.

Berbeda dengan kota lain yang menggelar pertunjukkan di dalam gedung dan menjual tiket, di Washington DC, NOAH justru tampil di panggung terbuka dengan penonton yang mencapai ribuan.

“NOAH tampil untuk mendukung festival Made In Indonesia. sekaligus menunjukkan bahwa musik Indonesia mampu diterima di Amerika”, kata Maya Naratama, founder dan direktur eksekutif festival ini dalam siaran pers yang dikirimkan kepada tabloidbintang.com.

Pertama kali digelar pada tahun 2011, festival Made In Indonesia telah menjadi festival tahunan yang selalu ditunggu oleh warga Washington DC area.

“Tujuan festival ini adalah untuk mengenalkan Indonesia melalui produk, makanan, seni dan budaya, Tahun ini ada delapan tenda makanan yang menjual sate, mie baso, cendol sampai mie instan. Tenda lain menjual batik, handycraft dan lain-lain. Semuanya buatan Indonesia”, tambah Maya.

Festival ini diproduksi oleh Acha Productions LLC, sebuah event organizer dan rumah produksi yang dimiliki Maya, berlokasi di Maryland. Acha Productions bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington D.C. dan berbagai institusi lainnya.

“Kita mendukung segala upaya dari komunitas Indonesia untuk mempromosikan Indonesia di Amerika’, ujar Budi Bowoleksono, duta besar Indonesia untuk Amerika.

Dipanggung pertunjukkan selain NOAH juga tampil band lokal Borderlines, Valentino dan Terang Bulan serta kelompok seni tradisional dari Rumpun Wargi Pasundan, Parsadaan Bangso Batak, Indo Helau, Indonesian Kids Performing Arts dan Silat Martial Arts Academy.

Hadir juga bintang tamu Yemima Cindy, Miss Indonesia untuk Miss Asia USA dan penyanyi Kia Suban, yang dulu lebih dikenal sebagai Kia AFI.

“Made In Indonesia adalah orang Indonesia yang berkisah tentang Indonesia mulai dari kuliner, produk, musik, seni dan budaya. Kita berharap Made In Indonesia dilanjutkan tahun depan dengan skala yang lebih besar”, tambah Budi Bowoleksono.

Lalu tantangan apa yang dihadapi NOAH di konser kali ini?

“Udara ya. Di LA udara panas, di DC udara dingin banget. Untung kita sudah terbiasa manggung di beberapa negara dengan cuaca yang dingin”, ujar David, keyboardis NOAH menutup wawancara.

NOAH akan melanjutkan perjalanan menuju New York untuk menggelar konser terakhir di Amerika.

(pr/gur)

(red/usland/argarito/RM)

loading...

Comments

comments!