President JICA Jepang Hargai Keputusan Indonesia Pilih Kereta Cepat Tiongkok

redaksi.co.id - President JICA Jepang Hargai Keputusan Indonesia Pilih Kereta Cepat Tiongkok Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari TokyoTOKYO - Badan kerja sama internasional Jepang (JICA)...

25 0

redaksi.co.id – President JICA Jepang Hargai Keputusan Indonesia Pilih Kereta Cepat Tiongkok

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TOKYO – Badan kerja sama internasional Jepang (JICA) melihat keputusan penggunaan kereta cepat (Shinkansen) Indonesia sepenuhnya ada di tangan Indonesia.

“Kami melihat itu pertimbangan Indonesia sehingga memilih menggunakan kereta cepat Tiongkok. Ya keputusan Indonesia demikian, apa boleh buat kita mesti menerimanya,” kata Shinichi Kitaoka, President JICA yang baru khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (9/10/2015).

Kitaoka yang sudah sering ke Indonesia, mengharapkan sebenarnya keadilan dan etika yang dijunjung tinggi dalam suatu persaingan.

“Di mana pun ya biasanya keadilan dan etika yang tinggi perlu dijaga dalam persaingan. Jepang pun perlu lebih baik lagi dalam mekakukan pendekatan ke negara yang bersangkutan sehingga bisa lebih berhasil dalam persaingan di dunia,” tambahnya.

Sebagai President JICA yang baru, Kitaoka juga melihat perlunya badan pertahanan beladiri Jepang (SDF) agar lebih berani lagi terjun ke tempat yang lebih menantang di dunia.

“Kasus Ebola dulu misalnya, sebenarnya baik kalau SDF terjun pula membantu para korban. Ke tempat menantang itulah SDF mungkin perlu pula mempertimbangkan bantuannya kepada masyarakat internasional,” jelasnya dalam jumpa pers hari ini.

Karena masih baru menjabat sebagai President JICA sekitar dua minggu, Kitaoka berharap masyarakat memberikan waktu baginya untuk belajar segala sesuatunya.

“Kalau ada waktu secepatnya tentu saya akan ke Indonesia. Tetapi negara lain juga menantikan kedatangan saya. Jadi ya kita lihat schedule dulu ya nanti,” katanya menjawab pertanyaan Tribunnews.com apakah dalam waktu dekat akan ke Indonesia.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!