Otorisasi Kartu Kredit Jepang dengan Deteksi Aliran Darah Telapak Tangan

redaksi.co.id - Otorisasi Kartu Kredit Jepang dengan Deteksi Aliran Darah Telapak Tangan Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari TokyoTOKYO - Zamannya kartu mungkin akan berakhir. Sejak...

13 0

redaksi.co.id – Otorisasi Kartu Kredit Jepang dengan Deteksi Aliran Darah Telapak Tangan

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TOKYO – Zamannya kartu mungkin akan berakhir. Sejak 2012 Bank Ogaki Kyoritsu sudah menggunakan sistem deteksi aliran darah telapak tangan (palm vein) sehingga nasabahnya tak perlu bawa apa-apa lagi, tidak juga kartu bank.

Cukup telapak tangannya yang telah didaftarkan ditempelkan ke alat deteksi buatan Fujitsu, uang bisa keluar dan mulai Oktober bisa ambil kredit hanya pakai deteksi palm vein itu juga. Hari ini kartu kredit Jepang JCB juga melakukan hal serupa.

“Kita sudah uji coba kepada semua karyawan JCB sejak Juli 2015 dan berhasil sukses. Hanya dengan telapak tangan mereka saja bisa berbelanja di toko yang menerima kartu kredit JCB. Jadi nasabah tak perlu repot bawa kartu, tak perlu repot bawa apa pun,” kata seorang eksekutif Fujitsu Limited khusus kepada Tribunnews.com, Rabu (7/10/2015).

Mulai hari ini, Rabu (7/10/2015) Fujitsu dan JCB kerja sama penggunaan deteksi pakai palm vein sehingga nasabah tak usah pusing bawa kartu atau tak usah ketakutan kehilangan kartu. Karena deteksi cukup pakai telapak tangannya sendiri yang ditempelkan pada alat pendeteksi buatan Fujitsu di semua merchant JCB.

“Tentu saja untuk bisa berfungsi dengan baik, semua nasabah JCB harus mendaftarkan diri dan tangannya di kantor-kantor yang ditunjuk di Jepang. Saat ini masih dilakukan di dalam Jepang saja,” tambahnya.

Teknologi Fujitsu ini telah digunakan kepada 63 juta telapak tangan yang terdaftar di dunia, di 60 negara. Jumlah alat yang dipakai sekitar 470.000 detektor palm vein di dunia.

Proses pembelian menggunakan kartu kredit JCB adalah, tangan nasabah dideteksi pakai alat palm vein. Data masuk ke komputer dikirimkan ke server otorisasi. Kalau sudah OK, maka masuk ke alat terminal pembayaran, lalu diproses ke penerbitan kartu JCB dan selesai. Nasabah dapat bukti pembayaran dan barang yang dibelinya.

Proses pada hakekatnya sama seperti penggunaan mesin gesek. Hanya mesin gesek diganti dengan alat deteksi palm vein tersebut, sehingga tak perlu kartu atau benda lain lagi untuk bisa membeli produk di merchant JCB. Cukup menyodorkan telapak tangan kita yang telah terdaftar di JCB.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!