Sisi Lain di Balik Bangganya Bekerja di Google

redaksi.co.id - Sisi Lain di Balik Bangganya Bekerja di Google CALIFORNIA -- Dari luar, bekerja di perusahaan teknologi raksasa Google mungkin terlihat sangat membanggakan. Namun, sejumlah...

40 0

redaksi.co.id – Sisi Lain di Balik Bangganya Bekerja di Google

CALIFORNIA — Dari luar, bekerja di perusahaan teknologi raksasa Google mungkin terlihat sangat membanggakan. Namun, sejumlah pengakuan karyawan ‘Big G’ ini mungkin perlu Anda ketahui agar ekspektasi Anda tidak terlalu tinggi.

Dilansir dari laman The Independent, karyawan Google telah menjawab sejumlah pertanyaan di situs Quora mengenai hal terburuk tentang bekerja untuk raksasa internet itu. Jawaban beragam yang mengejutkan disampaikan para karyawan dalam perusahaan yang berkantor pusat di Mountain View, California itu.

Katy Levinson, mantan insinyur perangkat lunak di Google, mengatakan bahwa pada dasarnya seluruh ide karyawan sangat dihargai. Perusahaan menyukai ide-ide liar yang baru, atau improvisasi dari ide-ide lama yang sudah ada.

Sayangnya, tak banyak proyek ide yang benar-benar dipertahankan dan dilanjutkan. Ia menggambarkan bagaimana perusahaan sering memiliki sejumlah proyek yang sekaligus bersaing dalam waktu yang sama.

Levinson juga mengatakan, ketergantungan terhadap perusahaan bisa membuat karyawan menjadi tumpul. Ia melihat banyak rekan kerjanya menjadi aneh dan terlalu bergantung pada Google.

“Mereka menyadari gaya hidup Google telah membuat mereka pada dasarnya mustahil bisa bekerja di tempat lain,” ujarnya.

Karyawan lain, Joe Cannella, sepakat bahwa terlalu mudah terjebak dalam gelembung Google. Baginya, hal terburuk dari bekerja di sana ialah energi dan waktu yang tersedot habis.

Ia mengibaratkan, dirinya kini menghabiskan sebagian besar hidupnya mengonsumsi makanan Google, dengan rekan kerja Google, memakai perangkat Google, berbicara dengan akronim Google, lantas mengirim email Google di ponsel Google.

“Akhirnya Anda mulai melupakan bagaimana rasanya mandiri tanpa Google, dan setiap sudut kehidupan Anda sudah diatur untuk memperkuat gagasan bahwa Anda akan benar-benar gila jika ingin berada di tempat lain,” ungkapnya.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!