Pembunuhan Bocah dalam Kardus, Adakah Korban Agus Lainnya?

redaksi.co.id - Pembunuhan Bocah dalam Kardus, Adakah Korban Agus Lainnya? , Jakarta - Polisi akan kembali memeriksa Agus Darmawan, 39 tahun, tersangka pembunuh Putri Nur...

11 0

redaksi.co.id – Pembunuhan Bocah dalam Kardus, Adakah Korban Agus Lainnya?

, Jakarta – Polisi akan kembali memeriksa Agus Darmawan, 39 tahun, tersangka pembunuh Putri Nur Fauziah hari ini, Senin 12 Juli 2015. Penyidik menggandeng psikolog untuk mengungkap peristiwa-peristiwa lain yang melibatkan Agus.

“Bisa jadi ada tindak pidana lain, atau mungkin saja ada korban lain,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, saat ditemui Ahad 11 Juli 2015.

Sampai kini, Polisi hanya menetapkan Agus sendiri sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Putri. Menurut Krishna, keterangan seorang saksi yang menyebutkan bahwa korban dijemput oleh dua orang lelaki kurang valid dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Dalam penyelidikan, kata dia, polisi sempat kebingungan karena keterangan saksi anak-anak. Dia seorang diri melakukannya. “Kami sudah dapat CCTV-nya, dia terlihat sendiri,” kata Krishna.

Agus dituduh membunuh Putri, bocah berumur 9 tahun yang ditemukan tewas di dalam kardus di Kampung Belakang, Kamal, Jakarta Barat, Jumat malam 2 Oktober lalu. Ia sebelumnya dinyatakan hilang oleh keluarganya karena tak kunjung pulang dari sekolahnya di SD 05 Pagi Kalideres pada hari yang sama.

“Belum ada fakta mengarah ke tersangka selain Agus. Kalau ada tersangka lain, akan saya beberkan,” kata Krishna. Penyidik baru secara resmi menetapkan Agus sebagai tersangka, Sabtu lalu.

Meski sejak Kamis atau tiga hari sebelumnya, jejak DNA Agus telah ditemukan pada kaus kaki milik Putri. Selain itu, jejak darah yang ditemukan di kasur milik Agus dinyatakan positif milik Putri.

Sebelumnya, Agus tak pernah mengakui perbuatannya. “Agus baru mengakui perbuatannya karena terjepit dengan barang bukti yang ditemukan tersebut,” kata Krishna.

Selain kasus pembunuhan terhadap Putri, kata Krishna, Agus juga dijerat dalam kasus pencabulan terhadap T, korban lainnya. Polisi membutuhkan kejujuran dari para saksi, terutama korban pencabulan Agus lainnya, agar semua fakta dapat terbuka.

Agus ditengarai melakukan perbuatan pencabulan tersebut secara berulang-ulang. Mengenai geng bernama Boel Tacos bentukan Agus, menurut Krishna, anggotanya sudah diperiksa sebelum Agus jadi tersangka.

Dia mengatakan, rata-rata anggota geng tersebut masih anak-anak yang juga sebagai korban sehingga tidak akan ditindak. “Mereka itu masih anak kecil, kami harus menuruti UU Perlindungan Anak,” ujarnya.

Ayah Putri, Asep Saepuloh, 36 tahun, mengatakan warga Rawa Lele segan bergaul dengan Agus sehingga tak banyak yang tahu soal geng tersebut. Meski dikenal sebagai preman kampung, Asep mengatakan, dia berhubungan baik dengan Agus karena kerap bertemu.

“Kecilnya juga teman main, makanya biasanya baik sama keluarga kami,” kata Asep.

Dalam kasus putri, Agus terancam pasal 338 dan 76 D juncto pasal 81 ayat 1 UU RI no 35 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara seumur hidup.

Kriminolog Universitas Indonesia Josias Simon mengatakan Agus memang seharusnya tidak dihukum mati. Hukuman yang layak diberikan adalah inkapasitasi atau diasingkan dari masyarakat, dalam hal ini anak-anak, dalam waktu yang lama. “Misalnya, hukuman penjara seumur hidup,” ujar Josias saat dihubungi kemarin. ANGELINA ANJAR SAWITRI| AVIT HIDAYAT| EGI ADYATAMA|

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!