Sekjen NasDem Disebut Cuma Terima Rp 200 Juta Dari Gubernur Sumut

redaksi.co.id - Sekjen NasDem Disebut Cuma Terima Rp 200 Juta Dari Gubernur Sumut JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella telah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

11 0

redaksi.co.id – Sekjen NasDem Disebut Cuma Terima Rp 200 Juta Dari Gubernur Sumut

JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengamanan kasus penyidikan kasus bantuan sosial (Bansos) di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, suap yang diterima Patrice hanya Rp 200 juta. Uang itu disebut-sebut sebagai jasa Patrice mengamankan kasus yang tengah disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung itu. Uang tersebut diperoleh Patrice dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

“Nggak sampai Rp 1 miliar. Cuma Rp 200 juta, ujar sumber Tribun di KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Ketika disinggung mengenai dugaan keterlibatan pihak lain selain Patrice, sumber tersebut mengatakan sampai saat ini Patrice diduga hanya bermain sendiri.

Mengenai aliran dana ke Patrice memang pernah disinggung oleh Evy Susannti, istri Gubernur Gatot. Usai diperiksa di KPK beberapa waktu lalu, Evy mengatakan jumlah uang tersebut tidak sampai Rp 1 miliar. “Enggak sampai segitu,” kata Evy.

Terkait kasus tersebut, KPK menjadwalkan pemeriksaan Patrice hari ini. Patrice sebelumnya telah diperiksa KPK pada 13 Oktober 2015 sebagai saksi untuk Gatot Pujo.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella sebagai tersangka penanganan kasus bantuan sosial (Bansos), tunggakan dana bagi hasil dan penyertaan modal sejumlah BUMD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung.

Dalam sangkaan tersebut, Patrice disangka melanggar Pasal 12 huruf a huruf b Pasal 11 Undang-Undang Nomor 21 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!