The Martian: Akurasi Naskah, Kedahsyatan Visual

redaksi.co.id - The Martian: Akurasi Naskah, Kedahsyatan Visual DALAM waktu tak kurang dari 15 menit, film ini menjelma menjadi tangan besi dengan kekuatan penuh yang menarik...

25 0

redaksi.co.id – The Martian: Akurasi Naskah, Kedahsyatan Visual

DALAM waktu tak kurang dari 15 menit, film ini menjelma menjadi tangan besi dengan kekuatan penuh yang menarik kami masuk ke panorama planet merah.

Paruh berikutnya, pengejawantahan dari frase naskah akurat. Akurasi tampak dari adegan bercocok tanam di planet kembaran bumi dengan (maaf) kotoran manusia, tanah, dan bibit kentang. Ia memperlihatkan dengan cermat cara membuat api di planet yang kadar oksigennya berbeda dengan Bumi.

Akurasi naskah ini tak luput dari kerelaan penulis naskah dan sutradara yang siap rempong. Mereka menempatkan NASA sebagai penyelia. Lima puluh halaman skenario film ini berisi data-data NASA. Kita tidak dibuat bodoh dengan khayalan tingkat tinggi para kreatornya.

The Martian juga memperlihatkan riset mendalam, manakala Mars digambarkan sangat nyata. Ridley memilih Wadi Rum di Yordania yang memiliki kontur dan lanskap mirip Mars.

Syuting Matt di Mars dieksekusi selama lima pekan. Segmen Matt main tunggal adalah babak penuh gaya. Sinematografinya luwes, memungkinkan Matt memperlihatkan kapasitas akting memukau yang jarang kita lihat. Kisahnya sendiri tentang misi Ares 3 yang berupaya melihat penampang Mars dan membawa sampel elemen-elemen kehidupan Mars ke Bumi.

Misi dipimpin Melissa Lewis (Jessica) bersama Mark Watney (Matt), Chris Beck (Sebastian), Beth Johanssen (Kate), Rick Martinez (Michael), dan Alex Vogel (Aksel). Mereka tiba di area Acidalia Planitia. Tidak lama setelah membangun habitat dan mengumpulkan sampel, badai menerjang. Para astronot diminta segera masuk pesawat. Sayang, dalam perjalanan menuju pesawat, Mark terpelanting dan lenyap di antara jutaan debu yang menggulung. Melissa dan awak pulang dalam selamat.

Beberapa hari kemudian, Mark ternyata masih hidup. Ia berupaya mengontak Bumi. Ilmuwan Vincent Kapoor (Chewitel Ejiofor) meyakinkan petinggi NASA, Teddy Sanders (Jeff Daniels) bahwa sinyal dari Mars itu buatan Mark. The Martian, bentuk comeback Ridley setelah beberapa filmnya tidak cemerlang. The Counselor, Robin Hood, dan Body Of Lies kurang tergarap dengan baik. The Martian memberi sensasi lebih dari sekadar perjalanan dengan medium layar lebar.

Tak seperti dua Gravity dan Interstellar yang kelewat serius, film ini bertutur dengan pola yang lebih cair dan tampak urakan di beberapa adegan. Ujaran Mark, Akulah penguasa Mars, Rasakan itu Neil Amstrong! bentuk kejenakaan yang membuat penonton lupa sejenak ada masalah yang sangat serius: ketinggalan pesawat di Mars. Label epigon Gravity tidak lantas menempatkannya di posisi inferior.

Tema The Martian terasa lawas. Bahwa pencapaian tertinggi umat manusia bukanlah perjalanan pergi-pulang sejauh 140 juta mil melainkan mempertahankan hidup dan kerelaan menolong orang lain. Satu-satunya yang kurang dari film ini, absennya orang tua Mark.

Sebagai satu-satunya astronot yang ketinggalan di Mars, penting untuk melihat drama kegelisahan orang tua terhadap anaknya. Mengingat, Hollywood selama ini selalu mengedepankan tema keluarga.

Pemain : Matt Damon, Jessica Chastain, Michael Pena, Sebastian Stan, Kate Mara, Aksel Hennie

Produser : Aditya Sood, Mark Huffam, Simon Kinberg, Michael Schaefer, Ridley Scott

Sutradara : Ridley Soctt

Penulis : Drew Goddard, Andy Weir

Produksi : 20th Century Fox, Scott Free Productions

Durasi : 141 menit

(wyn/gur)

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!