Media Asing Bocorkan Dokumen Rahasia Strategi Serangan Militer AS

173

redaksi.co.id – Media Asing Bocorkan Dokumen Rahasia Strategi Serangan Militer AS

WASHINGTON – Media publikasi daring The Intercept merilis dokumen rahasia militer AS berisi strategi serangan drone AS yang pernah dilakukan di Afghanistan.

Dikutip dari Politico, The Intercept mendapat dokumen tersebut dari seorang narasumber yang tak disebutkan namanya dan ingin informasinya dibeberkan ke publik.

Sang narasumber dikatakan ingin publik tahu bagaimana serangan semacam itu dilakukan, termasuk bagaimana AS menetapkan targetnya, melihat kelemahan operasinya, dan menyembunyikan kematian akibat kekeliruan dalam serangan.

“Publik punya hak untuk melihat dokumen ini tidak hanya untuk melibatkan mereka dalam diskusi soal peperangan AS ke depannya,” tulis kolumnis The Intercept, Jeremy Scahill.

“Tapi juga untuk memahami keadaan yang dihadapi pemerintah AS untuk menghukum mati targetnya tanpa pengecekan pasti dan pertimbangan untuk menangkap atau menyidang terlebih dahulu.”

Dikatakan dokumen-dokumen tersebut membocorkan informasi terkait serangan drone di Afghanistan, Yaman, Irak, dan Somalia, yang dilakukan antara 2011 hingga 2013.

Sebelum melakukan serangan, agen intel seperti Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC) akan memilih-milih target dan dikumpulkan dalam sebuah kompilasi kartu berisi informasi lengkap para target.

Kartu-kartu tersebut kemudian diserahkan ke komandan kemiliteran di wilayah tertentu, lalu ke Kepala Staf Gabungan, hingga sampai ke Departemen Pertahanan AS.

Setelah dilihat oleh para penasihat di Dewan Keamanan Nasional AS, baru kartu-kartu itu sampai di meja Presiden AS. Jika sudah disetujui presiden, akan diberi waktu sekitar 60 hari untuk melakukan operasi pembunuhan.

Rilis dokumen rahasia ini dilakukan setelah Pentagon mengabarkan akan meningkatkan penggunaan drone dalam empat tahun ke depan untuk meningkatkan pengawasan dan kekuatan kemiliteran mereka.

Baik pihak Pentagon, JSOC, dan Gedung Putih dikatakan menolak untuk memberikan komentarnya atas bocoran dokumen rahasia tersebut kepada The Intercept. (Newsweek/Politico)

(red/iti/mi/anik/SUH)

loading...

Comments

comments!