"Menanti Arah": Bukti Eksistensi, Pesan dan Harapan Glenn Fredly

redaksi.co.id - "Menanti Arah": Bukti Eksistensi, Pesan dan Harapan Glenn Fredly Tepat pukul 20.20, konser Glenn Fredly "Menanti Arah" dibuka dengan kemeriahan di Istora Senayan, Jakarta,...

48 0

redaksi.co.id – "Menanti Arah": Bukti Eksistensi, Pesan dan Harapan Glenn Fredly

Tepat pukul 20.20, konser Glenn Fredly “Menanti Arah” dibuka dengan kemeriahan di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (17/10) malam. Area yang memiliki kapasitas 8000penonton, terisi padat dan hanya menyisakan sebagian sudut teratas kosong.

Sebuah video singkat menayangkan cuplikan perjalanan musik tahun 90-an mengawali malam, dilanjutkan dengan hits “You Are My Everything” sebagai lagu pembuka yang berhasil memanaskan suasana dan membuat seluruh penonton antusias ikut bernyanyi.

“Luka dan Cinta” dan “Terserah” berhasil melarutkan suasana lebih mellow dan mendalam. Ini semakin terasa dengan iringan permainan saxophone dahsyat dari Nicky Manuputty. Salah satu single dari album yang dirilis tahun 2002, “Belum Saatnya (Berpisah)” juga disuguhkan dan membuat penonton yang menikmati lagu ini asyik bersama lirik dan musik.

Seperti diungkapkan pemilik nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo, “Saya dedikasikan malam ini untuk generasi saya, anak-anak 90an,” yang disambut dengan teriakan heboh penonton.

Tak hanya membawakan karya sendiri, salah satu lagu Karya Dee Lestari yang didedikasikan untuk anak-anak Down Syndrome, “Malaikat Juga Tahu” dihadirkan dengan nuansa berbeda. Kali ini diiringi instrumen petik Sasando dari Nusa Tenggara Timur, membuatnya lebih terasa istimewa dan unik.

Sebelum berlanjut membawakan “Pada Satu Cinta”, Glenn sempat mengungkapkan rasa herannya terkait lagu ini. Katanya menjadi lagu yang paling banyak dinyanyikan oleh wanita. “Padahal ini adalah lirik paling logis dan paling jujur dari laki-laki,” jelasnya sembari tertawa.

“Cinta dan Rahasia”dan “Kau” melengkapi daftar lagu yang juga dibawakan malam ini. Dilanjutkan hits “Tega”, “Sekali Ini Saja” dan “Jejak Langkah” yang membawa penonton larut bersama lirik yang menyentuh dan aransemen musik yang patut diacungi jempol.

Seperti yang dijanjikan, sentuhan istimewa di konser kali ini berupa panggung yang dibangun 360 derajat, berhasil menjadi daya tarik tersendiri. Sebuah layar yang dirancang dengan desain melingkar menghadirkan visualisasi selama konser berlangsung dan semula diposisikan di tengah panggung. Awalnya sempat mengira akan sulit melihat keseluruhan panggung. Namun ternyata saat konser dimulai, layar melingkar ini ditarik ke atas sehingga memberikan akses pemandangan yang luas ke seluruh sisi panggung. Ini terasa lebih maksimal dengan permainan tata cahaya apik yang tak berlebihan serta kualitas tata suarayang maksimal selama konser berlangsung.

Kendati panggung berbentuk lingkaran, tak membuat Glenn khawatir membagi perhatiannya saat tampil. “Yang paling penting bukan ngeliat ke mana, tapi yang paling penting saya bisa melihat kalian semua.”

Yang juga istimewa di konser ini, terjadi sebuah reuni manis antara Glenn dengan Funk Section yang terdiri dari Mus Mujiono, Yance Manusama, Inang Noorsaid, Ekka Bakti dan Irfan Chasmala. Diakui Glenn, sudah terhitung hampir 20 tahun sejak terakhir bermain bersama band pertamanya di atas panggung, dimana saat itu dirinya baru mengawali karir pada tahun 1995 dan masih berseragam putih abu-abu.

“Malam ini pertama kali bermain lagi bersama band pertama saya bernama Funk Section. Mereka adalah orang-orang yang mempengaruhi karir musik saya. Orang-orang pertama yang memberikan saya kesempatan untuk bermusik.”

Bersama Funk Section, dua lagu dengan aransemen orisinil dibawakan, yakni “Di Pantai Cinta” dan “Terpesona”. Meski baru dibawakan lagi bersama setelah 20 tahun lamanya,dua karya ini tak lekang oleh waktu dan tetap dikenang baik di hati para penonton. Terbukti saat penonton ikut bernyanyi bersama.

Tak hanya unsur musik, Glenn mewujudkan sisi ketertarikannya pada bidang film melalui single “Filosofi dan Logika” yang menjadi soundtrack untuk Filosofi Kopi. “Film saat ini jadi passion saya,” ujar Glenn yang turut terlibat dalam dua film lainnya, “Surat dari Praha” dan “Cahaya dari Timur”.

Dua insan perfilman pun mewarnai konser “Menanti Arah”. Yaitu bintang “Surat dari Praha”, Tio Pakusadewo yang hadir di atas panggung dengan musikalitasnya melalui permainan harmonika dan vokal serta Julie Estelle dengan alunan suara diiringi grand piano yang dimainkannya sendiri.

Selain itu, isu-isu terkini juga menjadi salah suatu titik perhatian yang cukup di-highlight oleh Glenn. Seperti yang dituangkan dalam puisi dan seruan “Nyalakan Api dan Sebarkan Cinta” yang berlanjut dengan single “Menanti Arah”.

Konser tak berhenti di sana. Malam tetap berlanjut dengan “Karena Cinta” dan “Salam Bagi Sahabat”. Suasana pun semakin meriah saat “Rame-Rame” dibawakan. Penonton yang memadati area konser lantas beranjak dari bangku, berdiri dan bergoyang mengikuti dinamika lagu. Termasuk saat “Cukup Sudah” dan “Happy Sunday” dibawakan.

Musik semakin menggoda saat “Hikayat Cintaku” mulai dibawakan. Glenn bahkan menyempatkan membawa anjing Chow Chownya bernama Axl Rose The Rock Star ke atas panggung untuk diajak mengitari panggung.

Penutup konser “Menanti Arah” ditandai dengan “Januari” dan “Kisah Romantis”. Pada lagu terakhir, “Kasih Putih” Glenn meminta penonton menyalakan cahaya dari perangkat telepon seluler masing-masing sambil melambaikannya di udara. Tak kuasa menahan emosi saat membawakan lagu ini, Glenn sempat menitikkan airmata.

Konser “Menanti Arah” yang menandakan 20 tahun perjalanan karir Glenn Fredly tak hanya menjadi sebuah bukti eksistensi diri dan karyanya di blantika musik Indonesia. Ini sebuah kesempatan untuk menitipkan pesan berharga dalam mewujudkan sebuah harapan serta optimisme bagi perkembangan industri musik Indonesia yang lebih maju, kualitas bangsa dan generasi yang lebih baik, serta penantian menuju sebuah arah yang membawa pada sebuah kemajuan positif.

Seperti yang diungkapkan Glenn di akhir konser, “Apa yang dilakukan dari hati akan selalu sampai ke hati.” Dan melalui konser ini, apa yang disuguhkan Glenn meninggalkan sebuah pengalaman yang sangat berkesan di hati.

(tika/ray)

(red/ahmat/dhy/urniawan/RAK)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!