Kuwait Juga Kena Sanksi FIFA

redaksi.co.id - Kuwait Juga Kena Sanksi FIFA TRIBUNNEWS, COM. JAKARTA- Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) resmi memberi sanksi kepada Kuwait, sejak Jumat (16/10).Asosiasi Sepakbola Kuwait (KFA) di...

49 0

redaksi.co.id – Kuwait Juga Kena Sanksi FIFA

TRIBUNNEWS, COM. JAKARTA

– Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) resmi memberi sanksi kepada Kuwait, sejak Jumat (16/10).

Asosiasi Sepakbola Kuwait (KFA) di suspend untuk waktu yang tidak terbatas hingga pemerintah menarik campur tangannya. Intervensi dari pemerintah Kuwait serupa dengan apa yang dilakukan Kantor Menpora di Indonesia.

Kuwait juga menjadi anggota FIFA kedua yang disanksi FIFA, setelah Indonesia.

Sikap tegas FIFA kepada KFA tentunya bisa menjadi pelajaran tersendiri bagi Indonesia. FIFA ternyata tidak memberi toleransi kepada KFA walau di sana ada salah satu tokoh yang berpengaruh di FIFA, yakni Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah.

Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah adalah salah satu dari 25 anggota Exco FIFA. Ia juga menjabat Ketua Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Ia disebut-sebut memiliki pengaruh yang luas di Asia, baik dalam olahraga secara umum maupun sepakbola.

Dalam kapasitasnya sebagai Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah sudah beberapa kali ke Indonesia, sehubungan dengan rencana pergelaran Asian Games 2018.

Dalam kunjungan terakhirnya, ia bahkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Karena pengaruhnya di FIFA, Kantor Menpora pernah menyebut bahwa Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah bisa memberi kontribusi untuk adanya pencabutan sanksi FIFA bagi Indonesia.

Menpora Imam Nahrawi jelas tidak memahami bahwa keputusan penting yang dibuat FIFA bersifat “collective collegial”, artinya tidak tergantung pada keputusan orang per orang.

Apalagi, jelas-jelas diketahui bahwa FIFA menjatuhkan sanksinya kepada PSSI karena adanya intervensi pemerintah (Kantor Menpora) kepada otoritas sepakbola nasional itu.

Kantor Menpora belakangan juga merilis bahwa sanksi terhadap Indonesia akan dicabut dalam pertemuan Exco FIFA di Jepang, 17-18 Desember mendatang.

Ini juga tidak benar, karena agenda di Jepang adalah pertemuan reguler khusus untuk membahas masalah finance dan Piala Dunia Antar-klub. tb]]>

(red/isang/ima/ijaya/RBW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!