Perkosaan 2 Balita di New Delhi Picu Kemarahan Publik

redaksi.co.id - Perkosaan 2 Balita di New Delhi Picu Kemarahan Publik Anak perempuan berusia 2 dan 5 tahun telah diperkosa dalam serangan terpisah di New Delhi,...

30 0

redaksi.co.id – Perkosaan 2 Balita di New Delhi Picu Kemarahan Publik

Anak perempuan berusia 2 dan 5 tahun telah diperkosa dalam serangan terpisah di New Delhi, India. Peristiwa ini memicu protesdan amarah di Ibukota India itu terhadap kelambanan polisi.

Seorang balita berusia 2 tahun diculik dari sebuah acara keagamaan di bagian barat Delhi oleh 2 orang pada Jumat malam lalu dan diperkosa sebelum dibuang di sebuah taman.

Dalam insiden terpisah di sisi lain Kota Delhi, seorang bocah berusia 5 tahun dipancing ke rumah tetangganya dan diperkosa oleh 3 orang, demikian dijelaskan seorang polisi.

Sebuah kerumunan lebih dari 100 orang berkumpul di dekat rumah korban yang berusia 2 tahun pada Sabtu sore untuk memprotes kegagalan polisi menangkap pelaku.

“(Polisi) tidak melakukan apa-apa untuk menangkap pemerkosa. Kami tidak merasa aman di kota ini,” ujar salah satu saudara perempuan korban seperti dikutip The Guardian, Sabtu 17 Oktober 2015.

Memicu Kemarahan Publik

New Delhi saat ini tengah bergulat dengan serentetan serangan seksual terhadap perempuan yang dalam beberapa kasus terakhir menjadikan anak-anak sebagai korban. Kasus ini telah memicu kemarahan baik di India maupun mancanegara.

Pushpendra Kumar, Kepala Polisi Barat Delhi mengatakan perburuan untuk 2 orang yang diduga memperkosa balita berusia 2 tahun telah dimulai, namun belum ada yang tertangkap.

Sedangkan di Delhi timur, polisi menangkap 3 pria dalam kasus pemerkosaan bocah yang berusia 5 tahun.

Masih bulan ini, bocah berusia 4 tahun diduga diperkosadan disayat dengan pisau sebelum ditinggalkan di jalur kereta api di Delhi. Polisi kemudian menangkap seorang pria berusia 25 tahun dalam serangan itu.

Sepanjang 2014 di India tercatat 36.735 kasus pemerkosaan, hampir 3.000 di antaranya terjadi di Delhi. Namun, skala sebenarnya dari masalah ini diduga jauh lebih buruk. (Ado/Nda)

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!