Berhasil Lewati Masa Kelam, Mereka Kini Jadi Orang Sukses

381

redaksi.co.id – Berhasil Lewati Masa Kelam, Mereka Kini Jadi Orang Sukses

Takdir manusia hanya Tuhan yang tahu. Siapa sangka, banyak orang kaya yang lahir dan beranjak remaja dengan keadan yang menyedihkan.

Meskipun demikian, mereka tidak menyerah pada keadaan dan kini menjadi seorang miliarder nan sukses.

Berikut ini adalah beberapa pengusaha tersebut, dilansir dari CNN Money, Senin (19/10/2015):

Jan Koum

Jan Koum adalah salah seorang pendiri aplikasi pesan WhatsApp. Pada usia 16 tahun ia pindah ke Amerika bersama ibunya dari Ukraina. Untuk sekedar bertahan hidup Jan dan ibunya mengandalkan bantuan dari pemerintah.

ketika masih remaja, Koum belajar sendiri jaringan komputer, dan ketika dewasa, ia ikut mendirikan aplikasi pengirim pesan WhatsApp. Pada 2014 Facebook membeli aplikasi buatan Jan senilai US$ 19 miliar.

Uniknya, penandatangan dokumen kesepakatan menjual kepada Facebook dilakukan di depan pintu kantor kesejahteraan, di mana ia dulu pernah mendapatkan kupon makanan dari kantor tersebut.

Larry Ellison

Larry Ellison adalah pendiri perusahaan perangkat lunak ternama Oracle. Sekarang ia merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Meskipun demikian, ia tidak pernah lulus perguruan tinggi.

Nasib Ellison kecil sungguh mengharukan. Ia lahir dari seorang ibu yang masih remaja di kota New York, AS, yang mana ibunya tidak sanggup merawatnya.

Ellison lalu diadopsi oleh sebuah keluarga dan pindah ke selatan Chichago bersama keluarga barunya. Ayah angkatnya seorang imigran Rusia yang buruk. Di mata ayah angkatnya Ellison tidak berarti apa-apa baginya.

Setelah ibu angkatnya meninggal, Ellison putus kuliah dan pindah ke California untuk bekerja. Ia sering berganti ganti perkerjaan, hingga pada 1977 ia mendirikan perusahaan database Oracle.

George Soros

George Soros adalah seorang investor dan juga pelaku bisnis keuangan. Ia selamat dari pendudukan Nazi di Hungaria selama Perang Dunia II. George Soros lalu pindah ke Inggris pada 1947.

Menurut biografi Soros yang ditulis Michael T. Kaufman, Soros pernah bekerja serabutan di London School of Economics ,seperti mencuci piring, dan mengecat bangunan. Ia pernah diberitahu, jika ia bekerja keras, ia bisa naik pangkat menjadi asisten kepala pelayan.

Setalah menjadi pelayan, Soros kemudian berprofesi sebagai investor. Pada 1992, ia berspekulasi terhadap pound Inggris, dimana pada aksi itu dikenang sebagai Black Wednesday. Dalam aksinya tersebut ia sukses meraup banyak uang.

Zhang Xin

Disediakan oleh Liputan 6 Zhang Xin dulunya hanya seorang buruh pabrik biasa tapi kini mampu menjadi salah satu orang terkaya di Dunia.

SOHO China adalah salah satu perusahaan properti paling sukses di negri tirai bambu, dan Zhang Xin adalah otak dibalik kesuksesan perusahaan tersebut.

Saat remaja Zhang hidup dalam lembah kemiskinan, ia bekerja di pabrik mainan dan elektronik di Hong Kong dengan upah yang kecil. Ia menabung selama lima tahun untuk dapat membeli tiket pesawat ke London dan kursus bahasa Inggris. Di Inggris, ia kuliah di Cambridge University. Setelah lulus, ia bekerja di Goldman Sachs di New York City.

Pada 1995, bersama suaminya, ia mendirikan perusahaan Hongshi, yang mana merupakan cikal bakal SOHO yang sekarang ini. (Ilh/Gdn)

(red/ovi/riawan/NT)

loading...

Comments

comments!