Ingin Masuk Politik, Perempuan Ini Tolak Masjid

redaksi.co.id - Ingin Masuk Politik, Perempuan Ini Tolak Masjid QUEENSLAND -- Kim Vuga, seorang warga Townsville di Queensland, Australia, membuat laman Facebook yang menolak kehadiran masjid...

25 0

redaksi.co.id – Ingin Masuk Politik, Perempuan Ini Tolak Masjid

QUEENSLAND — Kim Vuga, seorang warga Townsville di Queensland, Australia, membuat laman Facebook yang menolak kehadiran masjid di Kota Gladstone.

Namun, Pemerintah Kota Gladstone menyatakan tidak ada rencana pembangunan masjid meskipun sebagian warga kota beragama Islam.

Kim Vuga juga sebelumnya membuat laman Facebook yang menentang sekolah Islam di Mareeba, juga di Queensland.

Perempuan yang dikenal anti-imigran ini, mencuat namanya setelah ikut dalam program reality TV mengenai kehidupan imigran di stasiun TV SBS. Belakangan diketahui Vuga memiliki agenda politik, dan secara terbuka menyatakan ingin ikut dalam pemilu senat dari dapil Queensland tahun depan.

“Sambutannya sangat baik. Kami menerima banyak pesan dalam laman Facebook itu,” katanya.

Vuga mengatakan, adalah haknya yang tidak bisa diganggu gugat dalam membuat laman Facebook tersebut.

“Kita hidup dalam demokrasi, kita dibolehkan mengajukan keberatan dan membentuk kelompok,” katanya.

“Sebagai orang Australia kami tidak ingin lagi melihat masjid atau pembangunan terkait Islam di Australia,” kata Vuga.

Laman Facebook itu diikuti oleh sekitar 3.300 akun, yang untuk ukuran setempat dipandang cukup banyak.

Menanggapi laman Facebook bernama Stop the Mosque Gladstone itu, seorang warga Gladstone bernama Kahlani yang kini sedang menempuh pendidikan di Melbourne, juga membuat laman Facebook bernama Muslims are Welcome, Racists are Not Gladstone.

“Menurut saya penting menunjukkan kepada komunitas Muslim di Gladstone kami mendukung kehadiran masjid di sana, dan mayoritas penduduk mendukung mereka dan menolak rasisme dan diskriminasi,” paparnya.

“Juga kami perlu membuat laman Facebook ini bagi mereka yang merasa tidak setuju dengan laman Facebook Stop the Mosque,” kata Kahlani.

Sejauh ini, laman yang dibuat Kahlani itu lebih sedikit followernya.

“Kelompok itu bukan sekadar ibu-ibu biasa yang peduli. Itu adalah kelompok yang mengarah ke neo Nazi,” katanya.

Sementara itu, Maxine Brushe dari pemerintah Kota Gladstone menjelaskan, sejauh ini belum ada permohonan izin untuk mendirikan masjid di wilayah itu.

Menurut Brushe yang juga anggota Komite Lintasagama di Gladstone, tindakan Kim Vuga membuat kelompok di sosial media untuk menentang masjid merupakan “tindakan yang terlalu dini”.

“Menurut saya itu hanya sinyal dari orang tersebut, yang membuat grup dengan cara memanipulasi ketakutan orang, memicu ketakutan dan kebencian, dan saya sangat sesalkan,” tegasnya.

“Itu hanya menciptakan perpecahan dan kami tidak membutuhkannya di kota ini,” kata pejabat Kota Gladstone tersebut.

Kota itu, katanya, memiliki penduduk dengan berbagai latar belakang karena pembangunan industri di sana. “Kehadiran mereka memperkaya kultur masyarakat setempat,” katanya.

“Memang harus diakui adalah sebagian orang Islam yang radikal, namun saya tidak percaya hal itu ada di Gladstone,” ujar Brushe.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!