Ini ‎Saran Ekonom Senior untuk Jokowi-JK

redaksi.co.id - Ini ‎Saran Ekonom Senior untuk Jokowi-JK REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menapaki usia satu tahun pemerintahannya, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mendapat masukan tentang berbagaihal. Salah satunya...

11 0

redaksi.co.id – Ini ‎Saran Ekonom Senior untuk Jokowi-JK

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menapaki usia satu tahun pemerintahannya, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mendapat masukan tentang berbagaihal. Salah satunya tentang urgensi menghadapi krisis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Prof Didik J Racbini mengatakan Ini merupakanprioritas evaluasi yang harus dilakukan Jokowi-JK agar rupiah tidak seharusnya melemah hingga mendekati angka Rp 15 ribu perdolar AS.

“Jika sejak awal masalah ini diatasi maka dampak negatif krisis terhadp pengangguran dan kemiskinan tidak akan terlalubesar,” ucapnya kepada Republika.co.id.

Didik mengimbau pemerintah tetap fokus pada kebijakan mengatasi nilai tukar rupiah. Pemerintah, kata Didik, juga harusmenciptakan iklim kondusif secara psikologis dan politik di dalam pemerintahan.

Selain itu, pemerintah harus memperbaiki masalah struktur ekonomi dan berfokus pada perbaikan neraca berjalan. “Ini bisadilakukan dengan mendorong ekspor dan menggantikan barang impor dengan produk buatan dalam negeri semaksimal mungkin,”ujarnya.

Lebih lanjut Didik juga menyarankan agar pada tahun depan pemerintah lebih terfokus pada peningkatan investasi danmenciptakan iklim investasi yang nyaman. “Setelah itu, kejar kekurangan pembangunan infrastruktur, terutama atas hambatanpengadaan tanah,” kata dia.

Menurut Didik, Jokowi-JK juga dapat melanjutkan paket kebijakan ekonomi yang berfokus pada strategi ekspor dengan industri kuat. Ia mengatakan, pemerintah pun perlu membereskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari sisi penerimaan dan pengeluaran.

Selanjutnya, tambah Didik, Jokowi-JK harus membuat kebijakan penyerapan tenaga kerja melalui pembangunan daerah. “Misalnyadengan membangun jalan, irigasi, pasar, dan lainnya yang dapat menyerap banyak tenaga kerja serta usaha mikro kecil danmenengah (UKM),” tuturnya.

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!