Seorang TKI di Singapura Sembunyikan Mayat Bayi di Laci Meja

redaksi.co.id - Seorang TKI di Singapura Sembunyikan Mayat Bayi di Laci Meja SINGAPURA - Seorang asisten rumah tangga asal Indonesia berusia 33 tahun ditangkap polisi Singapura...

16 0

redaksi.co.id – Seorang TKI di Singapura Sembunyikan Mayat Bayi di Laci Meja

SINGAPURA – Seorang asisten rumah tangga asal Indonesia berusia 33 tahun ditangkap polisi Singapura karena diduga membunuh bayi di kandungannya yang masih berusia lima bulan.

Aksi tersebut dilakukannya di rumah majikannya di Lorong Ong Lye, Serangoon, Singapura, Senin lalu.

“Usai melahirkan, tersangka menyimpan tubuh bayi tersebut ke dalam laci salah satu ruangan di rumah majikannya,” ujar polisi setempat, dikutip The Strait Times.

Insiden tersebut terjadi di lantai dua rumah majikannya yang tinggal bersama putri, menantu dan seorang cucu berusia 11 tahun.

Tersangka sempat mengeluhkan sakit di perutnya dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pemeriksaan lanjutan.

Namun, petugas medis menyatakan bahwa tersangka baru saja melahirkan. Polisi akhirnya menindaklanjuti keterangan tersebut dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasilnya, polisi menemukan janin dalam kondisi penuh darah di sebuah laci di lantai dua rumah majikan tersangka.

Namun, nyawa bayi tak terselamatkan meski sempat dirujuk ke rumah sakit tersekat.

“Menurut dokter, bayi yang ditemukan di laci sudah meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit,” terang polisi.

Saat ini, tersangka telah diamankan dan akan dihukum sesuai dengan pasal yang berlaku di wilayah tersebut.

Kepada polisi, tersangka mengakui telah melahirkan bayi laki-laki di rumah majikannya. Namun ia membantah telah membunuh bayi malang tersebut.

“Anak saya meninggal saat lahir. setelah itu, saya masukkan ke dalam laci di ruang lantai dua rumah majikan,” papar polisi menirukan ucapan tersangka.

Sementara itu, juru bicara tersangka mengatakan, kliennya ditangkap atas dugaan penyembunyian secara diam-diam bayi yang telah meninggal. (*)

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!