Mantan Pejabat Jepang Gelapkan Pajak 1,15 Miliar Yen

redaksi.co.id - Mantan Pejabat Jepang Gelapkan Pajak 1,15 Miliar Yen Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari TokyoTOKYO - Seorang mantan pejabat kantor regional pajak Jepang, Chikaya...

30 0

redaksi.co.id – Mantan Pejabat Jepang Gelapkan Pajak 1,15 Miliar Yen

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TOKYO – Seorang mantan pejabat kantor regional pajak Jepang, Chikaya Ueda (70), Rabu (21/20/2015) ditangkap pihak kejaksaan Jepang karena terbukti melakukan penggelapan pajak perusahaan senilai 345 juta yen. Total sedikitnya 1,15 miliar yen dengan pajak perorangan yang tidak dilaporkan.

“Ueda melakukan penggelapan pajak terhadap sebuah perusahaan yang tidak berbentuk, hanya perusahaan di atas kertas, dengan operasional internet deai, kencan wanita,” kata sumber Tribunnews.com, Kamis (22/10/2015).

Situs internet deai biasanya dipakai untuk kenalan dengan wanita, kencan dan ujung-ujungnya umumnya melakukan perbuatan seks di hotel atau di tempat yang ditentukan bersama.

Untuk masuk ke situs tersebut biasanya ada waktu tertentu gratis, selanjutnya harus bayar dan jadi anggota. Masyarakat dan pelaku wanita ngobrol lewat internet dan tergantung kepintaran wanita memperpanjang waktu internet atau bertemu mendapatkan uang lebih banyak dengan “menjual diri” nantinya.

Perusahaan internet deai tersebut membuat berbagai faktur fiktif dan semua dimotori oleh Ueda.

Tim investigasi khusus dikerahkan untuk kasus ini dan rumah Ueda telah digerebek, disita semua dokumennya oleh petugas jaksa kemarin.

Ueda dibantu mantan petugas pajak lain Chiyoshi Matsumoto (54) dan dua orang staf lainnya, ikut pula ditangkap.

Mereka ternyata telah melakukan penggelapan pajak sejak April 2012 hingga kini dan ternyata telah melakukan hal tersebut kepada 100 perusahaan Jepang.

Sehingga total penggelapan pajak diperkirakan mencapai sedikitnya 1,15 miliar yen, di antaranya 345 juta dari perusahan Jepang sisanya dari pajak pribadi yang tidak dilaporkan.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!