Film Jumpers for Goalposts: Kisah Nyata Ed Sheeran 'Taklukkan' Stadion Wembley

redaksi.co.id - Film Jumpers for Goalposts: Kisah Nyata Ed Sheeran 'Taklukkan' Stadion Wembley Laporan Wartawan Tribunnews.com, Regina Kunthi RosaryJAKARTA - Mampu menggelar konser tunggal di Stadion...

41 0

redaksi.co.id – Film Jumpers for Goalposts: Kisah Nyata Ed Sheeran 'Taklukkan' Stadion Wembley

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Regina Kunthi Rosary

JAKARTA – Mampu menggelar konser tunggal di Stadion Wembley, Inggris, menjadi impian sekaligus tolak ukur kesuksesan bagi sebagian besar musisi mancanegara.

Banyak musisi lebih dulu meluncurkan lebih dari tiga album sebelum pada akhirnya menumbuhkan keinginan dan keberanian untuk menggelar konser di Stadion Wembley tersebut.

Akan tetapi, hal itu tidak terjadi pada musisi muda berbakat Ed Sheeran.

Dengan segala antusiasme dan keyakinan dalam dirinya, ia berkesempatan menggelar konser di stadion berkapasitas 80.000 penonton itu ketika bahkan baru dua album dirilisnya.

Perasaan takjub yang timbul dalam diri Ed serta bagaimana ia menjalani hari-harinya sebelum dan selama tiga hari konser di Stadion Wembley itu ditampilkan dalam sebuah film dokumenter berjudul Jumpers for Goalposts.

Meski keseluruhan fim ini berkisah mengenai Ed Sheeran dan konser terbesarnya itu, jangan membayangkan bahwa menontonnya akan menjadi suatu hal yang membosankan.

Dikemas dengan berbagai sudut pandang, film ini mampu membuat penonton terus menerka apa lagi yang selanjutnya akan dikisahkan.

Sebagai seorang bintang, nyatanya Ed masih sangat rendah hati dan tingkah lakunya tak sedikit pun berubah sejak awal.

Kesederhanaan Ed sebagai seorang musisi besar juga menjadi daya tarik tersendiri dari film dokumenter itu.

Satu hal yang paling mencengangkan dari film tersebut adalah bagaimana kiat Ed Sheraan untuk menguasai panggung besar itu sebagai musisi tunggal.

Padahal, selama bertahun-tahun para musisi yang menggelar konser di sana pastilah menggunakan band maupun pengiring lainnya.

Penasaran bagaimana Ed menyiasati hal itu serta seperti apa sesungguhnya tingkah laku Ed di belakang panggung?

Tontonlah segera film dokumenter yang tayang mulai 22 Oktober 2015 di seluruh dunia itu.

Film dokumenter ini sungguh sayang untuk dilewatkan, terutama bagi kalian yang merupakan penggemar berat musisi berambut pirang kemerahan tersebut.(*)

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!