Akademi City, Pabrik Penerus Pemain Class 92 MU

redaksi.co.id - Akademi City, Pabrik Penerus Pemain Class 92 MU Duel Manchester United dan Manchester City di derby Manchester setiap musim selalu menarik perhatian publik, bukan...

24 0

redaksi.co.id – Akademi City, Pabrik Penerus Pemain Class 92 MU

Duel Manchester United dan Manchester City di derby Manchester setiap musim selalu menarik perhatian publik, bukan hanya di kota tersebut, tetapi juga seantero Inggris.

Nama City mulai diperhitungkan di dalam jajaran tim elite Premier League.Sejak 2009, City menjelma menjadi salah satu raksasa di percaturan Premier League. Konglomerat asal Abu Dhabi, Sheikh Mansour menyulap City dari tim medioker menjadi skuat bertabur bintang-bintang dunia.

Sejak saat itu, rivalitas dengan MU dimulai. Momen ketika dua kubu bertemu selalu menjadi pusat perhatian. Sebab, kekuatan City dinilai sudah setara dengan The Red Devils.

Sepak terjang City yang diperkuat pemain bintang pada akhirnya memang tidak bisa diremehkan sejak proses akuisisi 6 tahun lalu.

Puncaknya pada 2012, City merebut gelar Premier League setelah menunggu 4 dekade setelah terakhir kali City merebutnya pada musim 1967-68. Dua tahun berselang, Manchester Biru mengulang sukses serupa di bawah asuhan Manuel Pellegrini.

Nama City mulai melejit seiring prestasi yang ditorehkan. Namun bukan pencapaian semata yang dikejar City, tetapi juga pembinaan pemain usia dini. Akademi City disebut-sebut sebagai yang terbaik di Inggris saat ini.

Diresmikan oleh Sheikh Mansour pada 2008, jajaran manajemen tim akademi membuat slogan, “membangun struktur tim masa depan, bukan sekadar menjadi tim berisi pemain bintang.”

Dibangun di wilayah pinggiran kota Manchester, sarana penunjang dengan nilai investasi triliunan dibuat untuk menempa pemain dari berbagai bidang disiplin ilmu.

Salah satu fasilitas unggulan Akademi City adalah, Woodlands Fitness Trail. Fungsi sarana ini untuk menguji ketahanan tubuh para pemain. Fasilitas tersebut berupa bangunan tanah lapang dengan pepohonan rindang dengan kontur tanah yang bertingkat.

Kemudian, area terpadu yang dinamakan The Performance Center di mana pusat kebugaran, kesehatan, terapi, dan relaksasi digabungkan dalam satu tempat.Selain itu, di Akademi juga membangun fasilitas Central Training Center (CTF) yang berlokasi di tengah-tengah akademi. CTF memiliki ruangan untuk menganalisa latihan yang disebut “Teaching Lab”. Bisa dibilang City tengah memulai babak baru untuk membuat bibit unggul pesepakbola masa depan.

Meski unsur sepakbola menjadi aspek utama bagi pemain tim akademi, manajemen tidak melupakan pendidikan buat mereka.

Manajemen mendirikan tiga pusat pendidikan yang bekerja sama dengan Connel Sixth Form College, Manchester Institute of Health and Performance dan East Manchester Academy di dalam kompleks Akademi.

Pengembangan bibit unggul City memang mulai menampakkan hasil ketika berhasil merebut gelar juara Premier League International Cup musim 2014-15.

Kemudian diikuti level kelompok umur U-13 dan U-10, Akademi City kini berstatus sebagai juara liga nasional.Paling menyedot perhatian adalah, City U-14 mampu mengalahkan MU U-14 dengan skor telak 0-9 di sebuah kompetisi baru-baru ini.

Dalam kolom di The Guardian yang ditulis Daniel Taylor, kekalahan itu membuat pihak klub geram. Terlebih, mantan pelatih MU, Sir Alex Ferguson ikut terlibat dalam pemilihan pemain.

Mantan pemain sekaligus legenda MU, Paul Scholes pun ikut melontarkan pujian pada pemain Akademi City. “City menjadi tenar karena memiliki program Akademi yang lebih baik,” kata The Ginger Prince.

“City berpeluang mendapatkan pemain terbaik dari daerah setempat. Apapun yang terjadi, saya tidak bisa mengatakan dengan pasti. Tapi ini lebih dari satu faktor,” ucapnya.

Pemain kesohor MU ramai-ramai mendaftarkan anak mereka ke Akademi City. Robin Van Persie, Darren Fletcher, Phil Neville dan Andy Cole mengirim anak mereka ke Akademi City dibanding ke Akademi MU.

Lulusan Akademi City pun belakangan juga meramaikan timnas junior Inggris. Dilansir dari The Guardian, Akademi City menyumbang 12 pemain untuk memperkuat Inggris mulai dari level U-16 hingga U-21, dari total keseluruhan pemain yang dipanggil sebanyak 126 orang pada Agustus 2015 lalu.

Sedangkan, MU cuma dua memberikan pemain untuk memperkuat Tim Tiga Singa junior.Padahal di era 90-an, Akademi MU disegani karena ikut membidani kelahiran pemain beken di Premier League seperti David Beckham, Ryan Giggs, Neville bersaudara dan Paul Scholes.

Dalam artikel Tony Park, penulis buku Sons of United, buku yang menceritakan sejarah tim muda MU, kesulitan para pemain Akademi MU berkembang karena fasiltas yang sudah kuno. Fasilitas yang dimiliki City seharusnya membuat MU malu.

Terlebih, rasa puas yang besar justru menjadi bumerang. Ya, sukses Ferguson dengan class of 92 bikin pengembangan pemain MU mandek. Setidaknya itulah penilaian Park tentang pembinaan pemain muda MU.

“Saya tidak ragu bahwa Ferguson memalingkan matanya dari bola selama beberapa tahun terakhir karena dia bertanggung jawab dan, karena banyaknya pemain muda yang justrut tidak diganti,” ujarnya. “Jadi kemana bintang MU selanjutnya? atau siapa lagi pemain setelah George Best?.”

Akankah Akademi City menghasilkan pemain penerus Class 92 MU? (Rjp/Rco)

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!