Di Negara Ini, Simpan Emas di Bank Bisa Dapat Bunga

redaksi.co.id - Di Negara Ini, Simpan Emas di Bank Bisa Dapat Bunga Pemerintah India kemungkinan besar akan meluncurkan skema monetisasi emasdalam beberapa pekan ke depan. Skema...

22 0

redaksi.co.id – Di Negara Ini, Simpan Emas di Bank Bisa Dapat Bunga

Pemerintah India kemungkinan besar akan meluncurkan skema monetisasi emasdalam beberapa pekan ke depan. Skema ini memungkinkan nasabah untuk menyimpan emas di bank, dimana bank akan memberikan imbalan bunga. Langkah tersebut dilakukan untuk memobilisasi ribuan ton emas yang mengendap di rumah tangga India.

Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan, program pemerintah yang memungkinkan agar emas yang dimiliki oleh masyarakat bisa disimpan di bank dan masyarakat bisa mendapatkan imbal hasil layaknya dalam skema deposito akan siap dalam beberapa pekan.

Langkah pemerintah ini bertujuan untuk memotong biaya impor yang cukup mahal.

Bagi warga India, emas adalah simbol hadiah, sekaligus sebagai cara untuk menyimpan kekayaan. Permintaan emasdari warga India hampir 1.000 ton setiap tahunnya, yang mana sebagian besarnya diperoleh melalui impor. Hal tersebut menyebabkan emas menjadi komoditas dengan biaya impor tersebesar ke dua setelah minyak.

Dalam pidatonya, Modi mengatakan program tersebut harus siap sebelum perayaan Dhanteras yang akan berlangsung pada bulan depan atau pada November nanti. Festival tersebut umumnya dianggap sebagai periode yang menguntungkan untuk membeli emas.

“Tolong, jangan biarkan emas Anda menjadi uang mati,” himbau Modi. “Emas sangat penting bagi negara. Emas bisa menjadi kekuatan ekonomi bagi kami.” tambah Modi seperti dikutip dalam moneycontrol.com, Selasa (27/10/2015).

Tingginya impor emasmenjadi faktor penyebab defisit transaksi berjalan India. Pada 2013 lalu, defisit transaksi berjalan India menyentuh rekor terbesar yaitu mencapai US$ 190 miliar.

Hal tersebut memicu pemerintah untuk menaikkan pajak impor hingga ke tingkat tertinggi yaitu sebesar 10 persen.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!