Hidup Wanita Jepang Ini dari 25.000 Kali Klaim Penipuan Makanan

redaksi.co.id - Hidup Wanita Jepang Ini dari 25.000 Kali Klaim Penipuan Makanan Sebanyak 25.000 klaim dilakukan selama 2 tahun terakhir (2013-2015) dan sekitar 500 kali klaim...

11 0

redaksi.co.id – Hidup Wanita Jepang Ini dari 25.000 Kali Klaim Penipuan Makanan

Sebanyak 25.000 klaim dilakukan selama 2 tahun terakhir (2013-2015) dan sekitar 500 kali klaim berhasil dilakukannya lewat telpon.

“Onodani Tomoko warga Minamihoncho, Itami perfektur Hyogo telah ditangkap polisi karena terbukti banyak sekali melakukan penipuan berupa klaim yang dibuat-buatnya sendiri,” papar sumber Tribunnews.com sore ini (26/10/2015).

Selama dua tahun sekitar 25.000 kali klaim lewat telpon dilakukan dan sekitar 500 klaim yang berhasil mendatangkan kue, roti, dan berbagai makanan serta bahkan uang tunai sebagai tanda minta maaf dari penjual (toko-toko) atas klaim yang dilakukannya.

Kelakuan Onodani ini pertama kali diketahui tetangganya yang mengintip seringnya orang datang ke rumah Onodani untuk minta maaf dan membawakan sesuatu.

Itulah kakek Ootani Hideyuki (74) yang akhirnya mengetahui bahwa umumnya klaim yang dilakukan karena makanan kemasukan rambut. Untuk minta maaf si penjual roti atau kue membawakan yang baru dan gratis.

Ootani mencatat semua kelakuan Onodani dalam lima bulan tercatat 129 orang berdatangan ke rumahnya untuk minta maaf.

Pihak pengguna internet, media sosial Jepang pun ribut dan menjulikinya sebagai klaimer terbesar di Jepang.

Antara bulan Juni sampai Juli, di Toyonaka, Osaka dari toko-toko kue dan toko roti Kobe melalui telepon, datang klaim dari si wanita Onodani tersebut.

Roti yang berharga 1085 yen dari toko dekat rumahnya juga di klaim dan akhirnya dibawakan yang baru diberikan gratis.

Strateginya juga sempat berubah, menerima ganti rugi makanan gratis di luar di suatu tempat yang disebutkannya.

Satu lagi strateginya adalah pengiriman lewat jasa pengiriman titipan kilat sehari. Jadi si pemilik toko mengirimkan barang tanda maaf lewat pihak ketiga atas permintaan Onodani.

Akhirnya dengan banyak bukti cukup, polisi menangkapnya 26 September 2016 dengan delik pidana penipuan.

Onodani pun mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa dia ingin makanan enak tapi tak punya uang jadi melakukan penipuan demikian.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!