Gempa Aceh 2004 Ubah Medan Gravitasi Bumi

174

redaksi.co.id – Gempa Aceh 2004 Ubah Medan Gravitasi Bumi

Pakar geodesi Australia Profesor Shin-Chan Han mengatakan kejadian gempa di Aceh pada 26 Desember 2004 telah mengubah medan gravitasi Bumi, dan perubahan itu masih terus berlangsung hingga saat ini.

Han yang keturunan Korea Selatan kini bermukim di Kota Newcastle, New South Wales, setelah beberapa tahun bekerja untuk badan antariksa AS, NASA. Risetnya berfokus pada dampak gempa dan bencana alam lainnya pada perubahan yang terjadi di Bumi.

Minat Prof Han ini dipicu oleh kekagumannya pada teknologi global positioning systems (GPS). Ia kemudian menggeluti minatnya melalui PhD di bidang geodesi, yaitu studi tentang bentuk Bumi, daya dan perputaran gravitasi.

Begitu selesai kuliah, dia kemudian bekerja untuk NASA di 2006. Di sana Han menjadi bagian dari misi satelit GRACE (Gravity Recovery and Climate Experiment).

“Saya bertugas menganalisa data satelit GRACE. Dengan pengukuran satelit, kami bisa memastikan gelombang laut di bawah es antartika. Kami bisa menghitung berapa banyak air yang tertampung di wilayah seperti Amazon, dan bagaimana air tersebut bergerak ke laut,” katanya.

Dengan menggunakan data GRACE, Han kemudian beralih meneliti perubahan gravitasi Bumi akibat gempa besar dan tsunami.

Di 2004 gempa mengguncang Aceh pada kekuatan 9,1 Skala Ritcher. Saat itu, diperkirakan sedikitnya 30 km kubik air berpindah tempat akibat gempa sehingga memicu tsunami yang mengakibatkan ratusan ribu orang meninggal dunia.

Han menganalisis data dari kejadian itu, beserta data dari gempa dan tsunami di Jepang pada 2010.

“Gempa (di Aceh) itu telah mengubah medan gravitasi dan masih terus terjadi hingga saat ini. Kita masih menyaksikan dampak dari perlambatan (perputaran Bumi) akibat gempa tersebut,” ujar Han.

Akibatnya cukup mengejutkan, baik secara positif maupun negatif.

“Kami menunjukkan pengukuran gravitasi berdasarkan satelit bisa dipergunakan untuk mempelajari fenomena fisik di Bumi. Kami mengukur tingkat kenaikan permukaan laut yaitu 3 mm pertahun, serta menghitung jumlah bongkahan es yang mencair di kutub. Jumlahnya sangat besar. setiap tahun kita kehilangan lapisan satu giga ton es di Alaska,” katanya.

Han kini bekerja di University of Newcastle, dengan fokus riset pada fenomena global. Termasuk terjadinya perubahan di Padang Pasir Great Sandy di Australia Barat.

“Kita bisa memahami apa yang terjadi di Australia dengan cara memahami apa yang terjadi di tempat lain,” katanya.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

loading...

Comments

comments!