YAI klaim kampus rugi Rp 3 M karena mahasiswa tak bayar SKS

263

redaksi.co.id – YAI klaim kampus rugi Rp 3 M karena mahasiswa tak bayar SKS

– Diduga tidak membayar soal bayaran Kartu Rencana Studi (KRS), para mahasiswa Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) menggelar demonstrasi sembari menutup jalan.

Akibatnya, ruas Jalan Raya Salemba tutup total hingga pihak kepolisian mengalihkan kendaraan ke Jalan lain.

Dari data yang dihimpun tim merdeka.com di lokasi, demo tersebut diduga para mahasiswa mengaku telah membayar uang KRS yang jumlahnya Rp 7 juta per SKS namun pihak yayasan tidak mengakui pembayaran tersebut.”Kita ini padahal sudah bayar Rp 7 juta per semester. Tapi yayasan mengatakan tidak pernah menerima uang pembayaran mahasiswa tersebut,” ujar salah satu peserta demonstran di depan kampus YAI, Jakarta Pusat, Selasa (27/10).Mahasiswa yang mengaku telah membayar uang KRS tersebut melalui orang pihak ketiga dari pihak yayasan. Namun, orang ketiga hingga kini belum diketahui tersebut tidak pernah melaporkan hal tersebut.”Kita bayar, tapi lewat orang ketiga. Namun, dari orang tersebut tidak pernah melaporkan pembayaran kami (mahasiswa),” katanya.Atas hal tersebut, pihak yayasan mengklaim telah menelan kerugian hingga lebih kurang mencapai Rp 3 milliar dari tahun 2002.Sebelumnya, meski dianggap merugikan pengendara, namun aparat kepolisian enggan membubarkan aksi mahasiswa tersebut. Kebijakan ini dilakukan guna menghindari bentrok antara pendemo dengan aparat.”Aturannya memang sampai jam 7, tapi karena di depan banyak batu bangunan, kalau dibubarkan akan ada potensi pelemparan batu,” ungkap Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hendro Pandowo saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

loading...

Comments

comments!