10 Superhero Manchester United dalam Piala Liga

217

redaksi.co.id – 10 Superhero Manchester United dalam Piala Liga

MANCHESTER — Ajang Piala Liga telah melahirkan sejumlah pemain yang dianggap sebagai pahlawan bagi sebuah klub. Salah satunya adalah klub papan atas Liga Primer Inggris, Manchester United (MU).

Jelang melakoni laga Piala Liga dengan menjamu Middlesbrough di Stadion Old Trafford, Kamis (29/10) dini hari WIB, berikut ini tersaji 10 pemain yang paling bersinar tampil di turnamen ini.

Berikut adalah para pemain pilihan klub berjuluk Setan Merah ini yang dianggap telah menjadi pahlawan sebagaimana dilansir dari laman resmi klub, Rabu (28/10).

Siapa saja para pemain terbaik tersebut?

10. Steve Coppell

Pada 17 pertandingan pertamanya, Copell hanya mampu mencetak tiga gol. Ia kemudian terus menjadi bagian dari kompetisi pada musim 1982/1983.

Pada saat itu ia berhasil membukukan enam gol dalam delapan pertandingan. Copell juga tampil sebagai bintang MU saat mencetak dua gol di Highbury dan sukses mengamankan skor 6-3 atas Arsenal.

9. Paul Scholes

Scholes hanya terlibat 21 pertandingan dalam 18 musim kompetisi. Meski begitu, Scholes pernah mencetak dua gol saat melawan Port Vale pada September 1994.

Ia menghabiskan tiga musim sebagai tim reguler Piala Liga setelah merumput hanya dalam game terbesar. Scholes mencetak sembilan gol dari 10 pertandingan baik di semifinal atau final.

8 Mark Hughes

Hughes berhasil membukukan 16 gol dalam 36 pertandingan di semifinal dan final pada musim 1993/1994. Pemain berdarah Wales ini pernah membintangi tiga musim sebelumnya.

Ia juga pernah membantu tim mengalahkan Liverpool pada tahun 1990 dan datang dari bangku cadangan pada babak ketiga. Hughes membantu MU mengalahkan Southampton di perempat final dengan menyamakan kedudukan juga mencetak hat-trick di Stadion Dell.

7. Bryan Robson

Robson pernah kehilangan dua pertandingan final dan kalah pada 1992 karena cedera. Ia kemudian merumput lagi pada pertandingan ke-51 dari 68 pertandingan dan mencetak lima gol.

Saya tidak pernah memenangkan Piala Liga tapi hal itu memberi kenangan besar, kata Robson berkomentar dalam suatu waktu.

6. Ryan Giggs

Dalam debutnya, Giggs menjadi pemain kunci saat melawan Leeds United dan membawa kemenangan untuk MU saat pertandingan semifinal melawan Middlesbrough. Ia juga mengatur Brian McClair berada di pertandingan final.

Selain itu, Giggs bersinar di lini tengah di pertandingan final tahun 2006 melawan Wigan dan menang atas Tottenham Hotspurs lewat adu penalti pada 2009. Setahun kemudian Giggs dihajar cedera sehingga membuatnya hanya bisa menyelesaikan 41 penampilan di Piala Liga dengan 12 gol.

5. Louis Saha

Saha mencetak lima gol dari enam pertandingan dalam perjalanan ke final pada tahun 2006 dan mencetak gol.

Dalam kesempatan melawan Wigan, Sir Alex Ferguson lebih memilih Saha dibanding Ruud van Nistelrooy. Ferguson membelanya dengan mengatakan Saha pantas berada di final.

4. Ben Foster

Foster muncul sebagai pahlawan pada kemenangan adu penalti pada 2009 atas Spurs. Kunci kesuksesannya Foster melakukan riset tentang tendangan penalti lewat video di Ipod.

Tepat sebelum pertandingan, saya melihat video dengan Eric Steele dan Edwin. Itu sangat bekerja untuk saya, kata Foster.

3. Lee Sharpe

Bakatnya munsul selama musim 1990-1991 saat pertandingan semifinal yang menentukan melawan Leeds United. Yang paling mengejutkan adalah Sharpe berhasil membuat empat hat-trick saat melawan Arsenal.

2. Wayne Rooney

Pengaruh Rooney sudah terasa sejak 15 penampilan di 11 musim karier awalnya. Dia satu-satunya yang pernah mencetak gol di dua final dengan mempersembahkan medali pemenang pada 2006 dan 2010. Rooney juga pernah meraih penghargaan Man of The Match dari Piala Liga.

1. Brian McClair

”Anda selalu memimpikan bisa tampil di Wembley dan mencetak buat gol kemenangan tentunya menjadi rasa yang sungguh luar biasa,” kata Brian pada mempersembahkan Piala Liga pertamanya buat klub.

Tercatat dia membukukan total 19 gol sekaligus menempatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak MU di kompetisi ini.

Brian ini telah menunjukkan dirinya sebagai seorang juara, pengajar dan benchmark dalam sebuah kompetisi yang selalu dijadikan rujukan untuk diulangi para pemain Setan Merah setelah masanya.

(red/ovi/riawan/NT)

loading...

Comments

comments!