Ini Penyebab RAPBN 2016 Molor, Versi Pengamat

redaksi.co.id - Ini Penyebab RAPBN 2016 Molor, Versi Pengamat Pengamat Kebijakan Publik dari Prakarsa, AH Maftuchan, mengatakan molornya penyusunan Rancangan APBN 2016 akibat pemerintah dan parlemen...

46 0

redaksi.co.id – Ini Penyebab RAPBN 2016 Molor, Versi Pengamat

Pengamat Kebijakan Publik dari Prakarsa, AH Maftuchan, mengatakan molornya penyusunan Rancangan APBN 2016 akibat pemerintah dan parlemen kurang membuka pintu partisipasi publik atas pembahasan APBN 2016. Menurut dia, dalam proses sebelumnya badan anggaran dan komisi 11 sering meminta masukan publik.

Juga ada ketidaksesuaian cara kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan dan kementerian atau lembaga. Kementerian gagap dalam menterjemahkan visi misi presiden, sehingga belum mampu menuangkannya dalam perencanaan anggaran. Kemampuan birokrasi untuk menterjemahkan visi misi merupakan indikator keberhasilan pemerintah.

“Ibarat komputer Jokowi pentium 4, birokrasi masih pentium 1,” kata Maftuchan dalam konferensi pers dinamika politik anggaran dalam pembahasan RAPBN 2016 di Jakarta Rabu, 28 Oktober 2015. Maftuchan pun menilai penyebab molor berikutnya yaitu ada di parlemen. Sebagai lembaga yang memiliki tugas budgetting, parlemen masih belum solid dan masih terpecah antara KIH dan KMP.

Hingga hari ini RAPBN 2016 belum disetujui oleh parlemen, sedangkan masa sidang tinggal 2 hari lagi. Bila sampai tanggal 30 Oktober nanti belum ada pengesahan, maka pemerintah akan menggunakan APBNP 2015. Menurut Maftuch hal tersebut akan membuat pemerintah mempunyai alokasi anggaran yang sulit untuk menjalankan program prioritas.

Maftuchan berpendapat, pertaruhan sangat besar bila pemerintah harus kembali menggunakan APBNP 2015, dan membuat pemerintah tidak mampu memenuhi janji politiknya. “Sebab 2016 ini lah kali pertama Jokowi-JK secara total menyusun sendiri APBNnya, 2015 kan masih sisa pemerintahan sebelumnya masih transisi,” kata dia.

(red/atno/wi/anto/RDS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!