Kemudahan Investasi Indonesia Peringkat 109 Dunia

redaksi.co.id - Kemudahan Investasi Indonesia Peringkat 109 Dunia Bank Dunia (World Bank) merilis data terbaru soal kemudahan berinvestasi di seluruh Dunia. Singapura tetap menjadi yang terbaik...

44 0

redaksi.co.id – Kemudahan Investasi Indonesia Peringkat 109 Dunia

Bank Dunia (World Bank) merilis data terbaru soal kemudahan berinvestasi di seluruh Dunia. Singapura tetap menjadi yang terbaik di antara 189 negara sebagai negara paling ramah investasi. Sedangkan Indonesia mengalami perbaikan di posisi 109 dari prestasi tahun lalu di posisi 120.

Bank Dunia menggunakan 10 indikator sebagai landasannya pengambilan survei yang diambil sejak Juni 2014-Juni 2015. Indikator tersebut antara lain perizinan mendirikan bangunan, penyambungan listrik, pembayaran pajak, akses perkreditan, penegakan kontrak, perizinan mendirikan bangunan, penyambungan listrik, pembayaran pajak, akses perkreditan, dan penegakan kontrak.

Deputi Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal, Tamba Hutapea mengatakan peringkat di bawah 100 besar merupakan hasil yang tak memuaskan. “Dari sisi promosi investasi, peringkat di atas100 besar baru bagus,” ujar Tamba di kantornya, Rabu 28 Oktober 2015. Tamba sesumbar sesungguhnya iklim investasi di Indonesia tak seburuk peringkat tersebut.

Dia mengklaim pemangkasan perizinan dan paket-paket kebijakan yang sudah dilakukan bisa mendongkrak peringkat negara masuk 100 besar yang notaben tak tercatat bank dunia karena diberlakukan setelah bulan Juni 2015. “Kalau hanya melihat ranking kita, world bank takkan meningkatkan pinjamannya ke kita,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masita mengatakan makna kemudahan berbisnis tak hanya ada pada kemudahan memulai usaha dan perizinan saja.

“Makna kemudahan berbisnis adalah kemudahan menjalankan bisnis,” katanya ketika dihubungi. Zaldy mengatakan pada proses berbisnis, khususnya di bidang logistik, masih banyak pungutan resmi maupun liar meskipun perizinan sudah dilonggarkan.

Walhasil, reputasi buruk tersebut tersebut dan menyebabkan prosentase realisasi investasi di Indonesia terutama investor asing jauh lebih kecil ketimbang prosentase investor yang terdaftar.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!