Duit Gedung Baru DPR Diduga Barter APBN

redaksi.co.id - Duit Gedung Baru DPR Diduga Barter APBN Manajer Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Apung Widadi, mengatakan lolosnya anggaran gedung baru DPR dalam Anggaran...

32 0

redaksi.co.id – Duit Gedung Baru DPR Diduga Barter APBN

Manajer Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Apung Widadi, mengatakan lolosnya anggaran gedung baru DPR dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 merupakan politik transaksional.

“Pemerintah takut rancangan anggaran ditolak,” katanya ketika dihubungi, Senin, 2 November 2015.

Menurut Apung, transaksional itu terlihat jelas dalam pembahasan Penanaman Modal Negara untuk Badan Usaha Milik Negara. Suntikan modal buat perusahaan plat merah itu sudahmasuk ke RAPBN setelah disetujui oleh Komisi VI dan XI. Saat rapat Paripurna Jumat pekan lalu, kata Apung, PNM sempat ditolak. Menjelang akhir rapat, PNM dikembalikan lagi ke komisi untuk dibahas.

“Di sini kongkalikongnya.” Peneliti politik dari forum Masyarakat Peduli Parlemen, Lucius Karus, menyatakan sikap pemerintah yang mudah berkompromi dengan Dewan sangat bertentangan dengan sikap transparansi.

“Kalau awalnya transaksional, bagaimana ke depannya.” katanya. Selain mengembalikan PNM, pada Jumat pekan lalu, tambahan prioritas sebesar Rp 740 miliar dan Rp 176 miliar pada pos anggaran DPR membuat gaduh.

Sebagian duit tersebut disebut-sebut untuk mendanai megaproyek gedung baru wakil rakyat. Menurut anggota BURT DPR, Irma Suryani, semula pembahasan bersama Sekretariat Jenderal DPR mengajukan Rp 740 miliar. Namun, dalam rapat yang digelar dua pekan sebelum sidang paripurna bersama pimpinan DPR dan Menteri Keuangan, anggaran yang disetujui akhirnya hanya Rp 564 miliar.

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!