Serunya Nonton Jazz di Kebun Raya Bogor

201

redaksi.co.id – Serunya Nonton Jazz di Kebun Raya Bogor

JAKARTA — Sensasi menikmati musik jazz di tengah rindang alam memang tak tergantikan. Itulah yang membuat ribuan pengunjung Bogor Jazz Reunion (BJR) 2015 enggan beranjak meski hujan.

Sejak pukul 13.00 hingga 23.00, para penikmat jazz itu berbondong-bondong datang ke Area Wisma Tamu Nusa Indah, Pintu 2 Kebun Raya Bogor, yang menjadi lokasi konser, Sabtu (31/10). Hujan yang sempat turun sejak sore hingga jelang petang tak menyurutkan semangat mereka.

Salah satunya Yudho Kusumo, yang telah tiba di Kebun Raya sejak pukul dua siang. Pria 40 tahun itu bertahan hingga tengah malam untuk melihat belasan musikus jazz ternama pujaannya.

Yudho yang belum lama berdomisili di Bogor berkata, ia datang karena penasaran dengan konsep dan tema acara yang dianggapnya unik. Mengambil tema Respect the Nature, baru tahun ini BJR diselenggarakan di Kebun Raya Bogor. “Serasa nonton di tengah hutan, sayang kalau dilewatkan,” ungkapnya.

Saat hujan sempat mengguyur, Yudho tetap ‘merumput’ dengan jas hujan dan matras yang disediakan panitia. Para penonton lain tampak membuka payung dan tetap duduk lesehan sambil turut berdendang.

Setelah hujan reda, rumput basah dan udara dingin juga tak merisaukan mereka. Justru mayoritas penonton berbaring santai di atas matras, menikmati buaian nada.

Para pengisi acara, yakni Endah n Rhesa, Fariz RM, Lantun Orchestra, Idang Rasjidi, Indro Hardjodikora, Rieka Rooslan n The Trobadours, Sierra Soetedjo, Iga Mawarni, Kenduri ft. Amelia Ong, Tritone, Iwan Wiradz, Edi Sahroni, Sastrani, Shaku Hachi, Fakhry n Friends, serta Oemay n No Rules Quartet, menampilkan lagu-lagu terbaiknya. Komposisi tembang-tembang yang dibawakan merupakan kombinasi dari lagu lawas hingga terkini.

Ketua panitia Al Arief Muchris menginformasikan, kolaborasi generasi musikus jazz muda dan senior menjadi daya tarik acara. Selain itu, kata ia, acara tahun ini istimewa karena pertama kali digelar di hutan buatan seluas 87 hektare dengan tema “Respect the Nature”.

“Para pengisi acara yang hadir juga menyuarakan tentang konservasi alam dan masalah lingkungan,” ungkap pria yang akrab disapa Labil itu.

Terdapat tiga panggung yang digunakan secara bergantian, lengkap dengan dekorasi khas yang mengedepankan konsep konser alam. Kegiatan juga diramaikan oleh pentas musik tradisional, stan makanan khas, dan sesi bincang-bincang tentang konservasi alam.

(red//ainuddin/MZ)

loading...

Comments

comments!