5 Pencipta Lagu Laporkan Karaoke Inul Cs ke Polisi

redaksi.co.id - 5 Pencipta Lagu Laporkan Karaoke Inul Cs ke Polisi , Jakarta - Lima pencipta lagu, melalui kuasa hukumnya, Hulman Panjaitan, melaporkan tiga tempat...

12 0

redaksi.co.id – 5 Pencipta Lagu Laporkan Karaoke Inul Cs ke Polisi

, Jakarta – Lima pencipta lagu, melalui kuasa hukumnya, Hulman Panjaitan, melaporkan tiga tempat karaoke ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa, 3 November 2015.

Lima pencipta lagu itu adalah Papa T.Bob, Wahyu HL, Rudy Loho, Youngki RM, dan Ryan Kyoto. Adapun tiga tempat karaoke yang dilaporkan, masing-masing Inul Vizta, Happy Puppy, dan Naff Karaoke.

Lima pencipta lagu itu bersama kuasa hukumnya tiba di Bareskrim Mabes Polri sekitar pukul 10.20 WIB. “Kami bermaksud melaporkan secara pidana pemilik perusahaan hiburan karaoke, kata Hulman.

Menurut Hulman, ketiga tempat karaoke itu diduga telah melakukan pelanggran hak cipta, khususnya mechanical right atau penggandaan lagu di tempat karaoke tanpa izin.

Hulman menjelaskan, selama ini tempat karaoke tersebut melanggar hak cipta di bidang mechanical right atau izin penggandaan lagu dari server ke server. “Kalau izin selama ini yang selalu dipopulerkan adalah soal performing, mungkin sudah, tapi mechanical right belum,” ujarnya.

Hulman mengatakan, selama ini tempat karaoke menganggap telah mendapat izin dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Namun, yang dikeluarkan oleh LMK hanyalah izin performing yaitu memberikan izin untuk menampilkan lagu tersebut. Namun, untuk mechanical right , LMK tidak pernah mengeluarkan izin.

Para pencipta lagu itu sebelumnya sudah pernah melayangkan somasi untuk melakukan mediasi sebagaimana telah diatur undang-undang. Namun tidak ditanggapi oleh para pemilik maupun pengelola tempat karaoke itu.

Itu sebabnya, kata Hulman, sudah tertutup peluang untuk melakukan mediasi, karena tidak adanyanta respon dari pihak karaoke. “Mereka menutup diri, kami menolak mediasi,” ucap Hulman.

Hulman menegaskan, para pemilik dan pengelola tempat karaoke itu melanggar pasal 113 ayat (3) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang hak cipta. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 1 miliar. “Mereka tidak pernah meminta izin kepada kami selama kurang lebih sepuluh tahun,” tuturnya.

Akibat pelanggaran tersebut, kata Hulman, para pencipta lagu itu mengalami kerugian materil berupa royalti senilai Rp 5 miliar, yang tidak pernah dibayar sejak para terlapor.

LARISSA HUDA

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!