Ini Trayek Tol Laut Bersubsidi dari Pemerintah

redaksi.co.id - Ini Trayek Tol Laut Bersubsidi dari Pemerintah Pemerintah telah meluncurkan pelayaran kapal barang reguler yang merupakan bagian dari program tol laut seperti yang dicanangkan...

25 0

redaksi.co.id – Ini Trayek Tol Laut Bersubsidi dari Pemerintah

Pemerintah telah meluncurkan pelayaran kapal barang reguler yang merupakan bagian dari program tol laut seperti yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya.

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menjelaskan, program pelayaran kapal berjadwal ini dimaksudkan untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia Timur dengan daerah sentra produksi yang ada di wilayah Indonesia Barat.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang Dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut, PT Pelni (Persero) ditunjuk sebagai pihak yang menyelenggarakan pelayaran reguler tersebut.

Untuk saat ini, Pelni masih bisa menyediakan tiga kapal dan melayani tiga trayek dari ketentuan yang seharusnya enam kapal yang melayani enam trayek juga seperti yang tertuang dalam ketetapan.

Adapun, besaran Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut tersebut sebesar Rp 257,9 milyar dengan 6 unit kapal.

Namun sehubungan dengan keterbatasan waktu yang tinggal 2 (dua) bulan dan ketersediaan armada PT. Pelni, maka untuk hal ini baru dioperasikan 3 (tiga) unit kapal untuk 3 (tiga) ruas trayek dengan nilai subsidi sebesar 30 Milyar.

Ketiga susunan jaringan trayek tersebut, adalah:

1. Kodo Trayek T – 1 : Tg. Perak – Tual – Fak fak – Kaimana – Timika – Kaimana – Fak fak – Tual -Tg Perak. (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III – 32).

2. Kode Trayek T – 4 : Tg. Priok – Biak – Serui – Nabire -Wasior – Manokwari – Wasior- Nabire – Serui – Blak — Tg Pnok. (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga Ill – 22).

3. Kode Trayek T -6 : Tg. Priok – Kijang – Natuna – Kijang – Tg Priok. (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III – 4).

“Tolong sediakan lagi kapalnya, caranya terserah, sebisa mungkin Januari atau akhir Desember, tolong rekan kementerian bantu tanda tangan kontrak dengan Pelni, kalau bisa 6 rute, atau kalau Pelni bisa 12 rute saya lebih senang,” tutup Mantan Dirut PT KAI itu.

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!