Walikota Jepang Ini Suka Meremas Payudara Wanita

redaksi.co.id - Walikota Jepang Ini Suka Meremas Payudara Wanita Walikota Yashio, sebuah kota di perfektur Ibarak Jepang ini, Mamoru Okubo (78) ternyata suka meremas payudara wanita...

69 0

redaksi.co.id – Walikota Jepang Ini Suka Meremas Payudara Wanita

Walikota Yashio, sebuah kota di perfektur Ibarak Jepang ini, Mamoru Okubo (78) ternyata suka meremas payudara wanita sehingga mendapat komplain beberapa kali dari para korban yang melapor kepada polisi.

“Walikota Okubo telah melakukan tindakan pidana dilaporkan wanita yang merasa diremas-remas payudaranya Februari 2015. Polisi lalu mengirimkan dokumen pengaduanwanita tersebut ke kantor kejaksaan Mito,” papar sumber Tribunnews.com sore ini (3/11/2015).

Keluhan dan tuduhan tersebut dibantah resmi oleh Okubo dalam jumpa persnya tanggal 9 Juni 2015 lalu, “Hal yang mengada-ada saja tidak benar itu.”

Seorang wanita berusia 50 tahunan dari perfektur Chiba Jepang mengadu kepada polisi bahwa pada saat pertunjukan lagu tradisional Jepang, Enka, tanggal 24 Agustus tahun lalu.

Wanita itu kemudian duduk di sebelah Okubo, yang lalu meremas-remas buah dadanya di lokasi tersebut yang juga ber lokasi di tempat pemandian air panas.

Kasus ini tentu saja membuat gempar masyarakat kota Yashio yang berjumlah sekitar 22.000 penduduk.

Kemudian tahun 2015 ini tanggal 5 April, dalam sebuah acara nyanyian yang berbeda, yang diadakan juga di fasilitas pemandian air panas yang sama, Okubo juga dituduh melakukan pelecehan seksual.

Acara musik Enka tersebut juga disiarkan luas oleh televisi Jepang.

Yuriko Sanjo sang penyanyi Enka Jepang terkenal tersebut membawakan lagunya yang di rilis tahun 2012 “Saya Suka Menunggui Warung” yang ditonton 200 orang saat itu.

Pengunjung semua terkejut dengan kelakuan Okubo yang tangannya membuka bagian dada kimono Yuriko lalu menyelipkan uang 10.000 yen di antara dua payudaranya.

Polisi masih terus menyelidiki kasus ini dan sampai saat ini kasusnya tampak masih mengambang tidak ada kejelasan sampai kini.

Hal ini juga diungkapkan berbagai media di Jepang seperti Asahi dan Sankei.

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!