JK Sebut Macet Jakarta Adalah Rahmat untuk Pengusaha

redaksi.co.id - JK Sebut Macet Jakarta Adalah Rahmat untuk Pengusaha Kemacetanyang sudah menjadi makanan sehari-hari di Jakarta dan seringnya mati lampu di daerah terpencil Indonesia, jangan...

27 0

redaksi.co.id – JK Sebut Macet Jakarta Adalah Rahmat untuk Pengusaha

Kemacetanyang sudah menjadi makanan sehari-hari di Jakarta dan seringnya mati lampu di daerah terpencil Indonesia, jangan dipandang dari sisi negatif, melainkan perlu dipandang sebagai kesempatan berbisnis.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Infrastructure Week 2015, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

“Katanya Jakarta bahaya suka macet, kemacetan itu tanda rahmat untuk pengusaha. Kalau tidak macet, kita tidak butuh jalan tol, karena macet makanya butuh bikin jalan tol dan lain-lain, kalian jadi ada kerjaan kan kalau begitu,” kata JK, Rabu (4/11/2015).

“Begitupun mati lampu jangan lihat kesulitannya, tapi lihat kesempatannya, masih butuh banyak listrik di Indonesia, pergi ke PLN minta bangun listrik. Jadi lihatlah kesempatannya,” tambah dia.

JK juga menyampaikan bisnis di bidang infrastruktur tidak akan mati. Dari waktu ke waktu, kebutuhan akan infrastruktur terus berkembang dan tak ada habisnya.

Ia mencontohkan, dulu masyarakat sudah puas dengan naik kereta Jakarta-Bandung. Kini masyarakat tidak hanya ingin sekadar naik kereta tapi butuh kecepatan dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.

“Bisnis infrastruktur akan selalu berkembang, tak akan pernah mati. Jangan harap orang bisa puas begitu saja kepada infrastruktur yang ada,” tegas JK.

Ia menjelaskan Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan infrastruktur lebih banyak, dibanding negara daratan.

“Tentu bagi para tamu-tamu kita tentu sangat mengetahui penduduk indonesia yang sangat berkembang yang terdiri dari ribuan pulau tentu kebutuhannya jauh lebih banyak dari pada Singapura, Malaysia, Filipina, dan lain-lain,” tegas JK.

JK juga membandingkan peluang bisnis infrastruktur Indonesia dengan Malaysia. Di Negeri Jiran itu jumlah penduduknya hanya 25 juta, sementara penduduk Indonesia mencapai 250 juta.

“Berarti nanti kebutuhan kita 10 kali lipat kebutuhan Malaysia. Jangan lupa infrastruktur itu negara kepulauan jauh lebih banyak dibutuhkan dibandingkan negara daratan,” tandas dia.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!