Banyak PHK, Jumlah Pengangguran Bertambah Jadi 7,56 Juta Orang

redaksi.co.id - Banyak PHK, Jumlah Pengangguran Bertambah Jadi 7,56 Juta Orang Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pengangguran di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 320 ribu jiwa...

24 0

redaksi.co.id – Banyak PHK, Jumlah Pengangguran Bertambah Jadi 7,56 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pengangguran di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 320 ribu jiwa pada Agustus 2015. Penyebabnya karena maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat perlambatan ekonomi.

Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS, Suhariyanto mengungkapkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan kedelapan tahun ini sebanyak 7,56 juta orang atau 6,18 persen. Angka tersebut naik dari periode yang sama 2014 sebesar 5,94 persen atau 7,24 juta orang.

Sementara posisi Februari 2015, angka TPT di Indonesia sebanyak 7,45 juta jiwa atau 5,81 persen. Jumlah ini naik dibanding realisasi 7,15 juta jiwa atau 5,70 persen di Februari 2014.

“Jadi angka pengangguran naik 320 ribu jiwa selama setahun dari Agustus 2014 ke periode yang sama 2015,” ucap Suhariyanto saat Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III di kantor BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS, Rizal Ritonga mengatakan, angka pengangguran meningkat karena terjadi PHK dan penurunan daya serap tenaga kerja akibat perlambatan ekonomi.

“Pengangguran naik karena para pencari kerja banyak yang tidak terserap, serta maraknya PHK. Semua itu terjadi akibat perlambatan ekonomi di Indonesia,” terang Rizal.

Di samping itu, tambahnya, terjadi penurunan orang yang bekerja di sektor pertanian hingga Agustus 2015 menjadi 37,75 juta orang dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 38,97 juta orang. Sementara di sektor konstruksi justru naik dari 7,28 juta orang di bulan kedelapan ini menjadi 8,21 juta orang di Agustus 2015.

“Jadi karena ada pergeseran, sehingga banyak pengangguran,” pungkas Rizal.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!