YLKI: Tarif Tol Tidak Layak Naik, Ini Alasannya

160

redaksi.co.id – YLKI: Tarif Tol Tidak Layak Naik, Ini Alasannya

, Jakarta – Yasayan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kenaikan tarif tol di 15 ruas tol di Indonesia per tanggal 1 November 2015 tidak layak.

“Ada beberapa catatan kritis perihal kenaikan tarif tol ini,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi saat dihubungi Tempo, Rabu, 4 November 2015.

Tulus mengatakan bahwa kenaikan tarif tol ini tidak tepat momen karena akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kenaikan tol pasti akan memicu kenaikan harga-harga logistik, termasuk tarif angkutan umum. “Apalagi saat ini kondisi ekonomi sedang lesu,” kata dia.

Kenaikan tol dinilai tidak disertai peningkatan manfaat jalan tol. Tarif tol terus naik tetapi kemanfaataannya terus menurun, terutama tol dalam kota. “Lihat saja kecepatan rata-rata kendaraan dalam tol yang menurun, belum lagi antre di loket pembayaran tol masih lama,” ujar dia.

Standar Pelayanan Minimal jalan tol, menurut Tulus, tidak pernah ditingkatkan, malah mengalami kemunduran. “Padahal, standar pelayanan menjadi prasyarat kenaikan tarif,” ucapnya.

Sampai detik ini loket pelayanan tol masih manual, dengan pembayaran tunai. Padahal, Malaysia yang dulu belajar jalan tol dari Indonesia, sekarang semua transaksi pembayaran jalan tol dengan cashless, kata dia.

Kementrian PU seharusnya mengaudit secara terbuka bagaimana tingkat kepatuhan dan pemenuhan operator jalan tol dalam meningkatkan dan memenuhi standar pelayanan minimal jalan tol.

Menurut Tulus, Kementrian PU hanya memerhatikan kepentingan operator jalan tol saja dan abai dalam kepentingan masyarakat serta pengguna jalan tol. “Seharusnya efisiensi perusahaan jalan tol juga dilihat dan mempertimbangkan kenaikan tarif tol.”

Kenaikan tol tersebut dimulai sejak Minggu dini hari kemarin, tepat pukul 00.00. Sejak itu, PT Jasa Marga memberlakukan tarif baru di 15 ruas jalan tol dengan kenaikan tarif yang bervariasi, dari Rp 500 hingga Rp 6.500.

Kenaikan tarif tol ini didasarkan pada mandat Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Pasal 48 ayat III. Dalam pasal itu disebutkan bahwa kenaikan tarif tol mengalami penyesuaian setiap dua tahun sekali.

Sebanyak 15 jalan tol yang tarifnya mengalami kenaikan, di antaranya Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Tangerang, Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, dan Jalan Tol Padaleunyi.

Tarif jalan tol juga akan naik di sejumlah ruas lain, yakni Semarang Seksi A-B-C, Surabaya-Gempol, Palimanan-Plumbon-Kanci, Cipularang, Belmera, Serpong-Pondok Aren, Tangerang-Merak, Ujung Pandang Tahap 1 dan Tahap 2, Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami, dan Bali Mandara. BAGUS PRASETIYO

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

loading...

Comments

comments!