Sisi Rapuh Laudya Cynthia Bella, Kekuatan "Kakak"

redaksi.co.id - Sisi Rapuh Laudya Cynthia Bella, Kekuatan "Kakak" TAK selamanya frekuensi pemunculan makhluk menjamin tingkat seram sebuah film horor.Kakak, film karya sutradara Ivander Tedjasukmana, tidak...

32 0

redaksi.co.id – Sisi Rapuh Laudya Cynthia Bella, Kekuatan "Kakak"

TAK selamanya frekuensi pemunculan makhluk menjamin tingkat seram sebuah film horor.

Kakak, film karya sutradara Ivander Tedjasukmana, tidak memakai gaya ini. Kakak hadir dengan balutan drama yang kuat, menyelami tekanan psikologis yang dialami oleh karakter vital.

Bercerita tentang Kirana (Laudya Cynthia Bella) dan Adi (Surya Saputra), pasangan yang telah cukup lama menikah tapi tak kunjung dikaruniai anak. Kirana sebenarnya sempat tiga kali hamil, semuanya berakhir dengan keguguran. Penyakit asma yang diderita Kirana, membuat kondisi kesehatan sering drop.

Kirana juga tidak cocok dengan Aida (Ivanka Suwandi), mertuanya yang tinggal dalam satu atap. Adi sadar betul hal ini, kemudian mencarikan rumah untuk dihuni berdua saja dengan Kirana.

Masalah baru dimulai. Rumah ini ditinggali makhluk halus, Kakak (Yafi Tesa Zahara), anak kecil berjenis kelamin perempuan. Meski awalnya merasa takut, Kirana yang merindukan buah hati perlahan akrab dengan Kakak. Tanpa Kirana sadari, kedekatannya dengan Kakak menimbulkan masalah baru.

Alih-alih menebar teror dengan frekuensi pemunculan setan yang berlebihan, skenario yang digarap Kim Kematt bersama Ivander lebih banyak menjelaskan watak masing-masing karakter.

Siapakah sosok Kakak, sudah diungkap pada adegan pertama film (sebaiknya Anda tidak telat masuk bioskop). Film ini memilih menitikberatkan pada perang batin yang dialami Kirana.

Laudya Cynthia Bella bermain konsisten sebagai wanita yang rapuh, helpless. Lewat ekspresi wajah dan tatapan matanya yang sayu, Bella begitu menjiwai duka istri yang telah keguguran berulang kali. Chemistry yang terbangun dengan Surya Saputra pun terasa kuat.

Bagaimana Kirana dan Adi harus beradaptasi karena usia mereka yang terpaut cukup jauh, hubungan menantu-mertua tidak akur, sampai saat harus menghadapi kehadiran makhluk gaib. Surya Saputra menjadi partner yang pas buat Bella, ditambah dengan aksi Nina Tamam sebagai Teteh, yang meski porsinya sedikit berhasil memancing rasa penasaran.

Teror setan yang tak terlalu sering, berhasil membuat suasana mencekam kian terasa. Atmosfer ini semakin kuat dengan scoring yang digarap oleh Jerapah Sound in Motion.

Bukannya tanpa cela, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal. Karakter Kirana, tak diceritakan memiliki teman atau saudara dan orangtua. Ia tak berinteraksi dengan orang lain selain dengan suaminya. Ketika merasakan ada yang tak beres di rumahnya, reaksi awal Kirana pun sedikit mengganjal. Ketakutan, tapi tak bergegas meminta bantuan pada siapapun.

Well, mengingat film ini mengklaim berdasarkan kisah nyata, mungkin hal itu memang sosok Kirana sesungguhnya, ya.

(ray/yb)

(red/ahmat/dhy/urniawan/RAK)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!