Cerita Persija: Menginap di Hotel Bintang Dua dan Pakai Bus Tua

redaksi.co.id - Cerita Persija: Menginap di Hotel Bintang Dua dan Pakai Bus Tua Saat kondisi sepak bola Tanah Air belum membaik, program pemusatan (TC) jadi sebuah...

133 0

redaksi.co.id – Cerita Persija: Menginap di Hotel Bintang Dua dan Pakai Bus Tua

Saat kondisi sepak bola Tanah Air belum membaik, program pemusatan (TC) jadi sebuah kemewahan bagi klub. Namun, pandangan itu ditepis Persija Jakartayang bisa membuat TC sederhana di Batu, Malang sejak Selasa lalu (3/11) untuk persiapan Piala Jenderal Sudirman.

Sebelumnya, banyak yang menilai pemusatan latihan di Batu akan menyedot anggaran hingga ratusan juta. Tapi, manajemen dan tim pelatih tim ibu kota bisa menyiasati hal ini dan tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Ismed Sofyan dkk. memang menggunakan lapangan Kusuma Agrowisata yang dikenal punya standar tinggi untuk latihan dua kali sehari. Tapi rombongan Macan Kemayoran tidak menginap di hotel bintang empat Kusuma Agro yang punya tarif menyentuh jutaan rupiah per malam.

Juru racik formasi anyar, Bambang Nurdiansyah dan semua pemainnya menginap di hotel bintang dua, River Stone yang jaraknya hanya lima tiga menit menuju lapangan Kusuma Agrowisata.

Cukup unik memang, karena biasanya tim yang melakukan TC di Agro sekaligus menginap di hotel tersebut.

“Jadi jangan dibayangkan TC kami ini mewah. Justru biayanya hampir sama dengan kami latihan di Jakarta,” kata Banur, sapaan akrabnya.

Selain memangkas biaya hotel, Persija juga hanya menggunakan satu bus tua milik Askot PSSI Kota Batu untuk akomodasi dari hotel menuju lapangan. Bus berkapasitas 20 orang itu diisi hingga 25 orang.

Sehingga beberapa pemain dan ofisial harus duduk di pinggir pintu. Untung perjalanan dengan bus itu hanya hitungan menit saja.

“Bisa dilihat sendiri kami tidak TC mewah seperti yang dibayangkan,” jelas pelatih 56 tahun ini.

Untuk pemain Persija memahami kondisi tim. Bahkan pemain seperti Emmanuel Kenmogne dan Raphael Maitimo tak risih naik bus dan menginap di hotel bintang dua. “Hotelnya lumayan kok. Bersih dan tata ruangnya bagus,” puji mantan pelatih Persita Tangerang ini.

Lebih lanjut, Banur menegaskan kalau esensi dari TC ini sebenarnya untuk kekompakan tim dan membuat latihan lebih terfokus. Sebab, di Jakarta timnya kesulitan dapat lapangan bagus. Belum lagi macet dalam perjalanan.

“Jadi kalau di Jakarta malah tidak fokus. Di sana juga pemain tinggal sendiri-sendiri. Intinya, TC ini biayanya hampir sama dengan latihan di Jakarta,” tegas dia.

Sementara itu bagi pemain, meski sederhana mereka tidak rewel. Bahkan suasana tim makin hari kian membaik. Tidak ada lagi pikiran tentang masalah non teknis seperti gaji atau yang lainnya.

“Fasilitas TC ini sudah lumayan bagus kok. Yang penting kan hasilnya. Bukan untuk senang-senang,” kata pemain baru Persija, Dedi Hartono.

Rencananya, Persija Jakartaakan melakoni TC di Batu hingga 10 November besok. Setelah itu, rombongan menuju Kota Malang untuk melanjutkan program latihan sekaligus mendekati venue pertandingan.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!