Cara Ini Bisa Digunakan Pengusaha Atasi Masalah Upah

redaksi.co.id - Cara Ini Bisa Digunakan Pengusaha Atasi Masalah Upah Upah menjadi masalah sejak pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tentang Pengupahan. Alhasil, hal tersebut...

15 0

redaksi.co.id – Cara Ini Bisa Digunakan Pengusaha Atasi Masalah Upah

Upah menjadi masalah sejak pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tentang Pengupahan. Alhasil, hal tersebut mendapat penolakan dari elemen buruh dengan menggelar aksi terus-menerus.

Direktur Eksekutif Intitute for Development for Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menuturkan, masalah upah sebenarnya tidak menjadi masalah jika produktivitas terus meningkat.

“Padat karya itu logikanya komponen terbesar biaya produksi itu upah tenaga kerja. Yang jadi problem tak bisa menekan pengusaha, tidak memberikan upah murah. Upah produktivitas tenaga kerja, sekalipun pengusaha harus membayar di atas UMP kalau kontribusi tenaga kerja tinggi nggak masalah,” kata dia kepada Liputan6.com, seperti ditulis di Jakarta, Minggu (8/11/2015).

Dia menuturkan pengusaha bisa memberikan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas. Dengan itu, maka kendati pengusaha memberikan upah tinggi tertutupi dengan produktivitas tersebut.

“Mengupgrade ketrampilan buruh, begitu terbatasnya kemampuan mereka SD, SMP ini harus perlu strategi dengan memberikan pelatihan kepada mereka,” ujar Enny.

Dia bilang stabilitas hubungan antara pengusaha, pekerja dan buruh mesti dijaga dengan baik. Lantaran, itu menjadi acuan investor untuk menanamkannya di Indonesia. Dia juga menuturkan, saat ini pesaing Indonesia ialah Vietnam. Memang, Vietnam masih menerapkan upah murah. Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah karena pemerintah Vietnam menerapkan insentif dengan program sosial.

“Sekarang kompetisi dengan Vietnam, Vietnam upah masih murah dari Indonesia karena negara sosialis tidak ada toleransi serikat pekerja, tapi kompensasi dengan berbagai program sosial, upah murah menjadi insentif untuk investor tapi tidak rekomendasikan rezim upah murah,” tandas dia.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!