Keamanan Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Polisi Gadungan

redaksi.co.id - Keamanan Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Polisi Gadungan , Jakarta - Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta kembali menangkap aparat gadungan yang berkeliaran di area Bandara Soekarno-Hatta....

69 0

redaksi.co.id – Keamanan Bandara Soekarno-Hatta Tangkap Polisi Gadungan

, Jakarta – Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta kembali menangkap aparat gadungan yang berkeliaran di area Bandara Soekarno-Hatta. Kali ini, seorang pria berinisial DES (47) ditangkap saat menggunakan seragam polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

“Saat ditangkap tersangka menggunakan pakaian polisi AKBP, tidak ada senjata api,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Aszhari Kurniawan, Kamis, 5 November 2015.

Warga Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat itu ditangkap ketika sedang berada di area conveyor terminal 2D kedatangan. “Saat itu dia seperti sedang patroli pakai pakaian dinas dan tenteng HT (handy talkie),” kata Aszhari.

Awalnya, petugas tidak curiga dengan penampilan DES yang begitu meyakinkan. Berseragam dinas polisi dengan segala macam atribut kepolisian yang menempel di bajunya, pria paruh baya ini penuh percaya diri mondar mandir, keluar masuk bandara. Tapi yang mencolok dari penampilan DES dan membuat petugas curiga adalah HT yang dikenakannya.

“HT-nya itu warna merah yang merknya tidak sesuai dengan AKBP, merek Cina. Kok HT-nya kayak gitu, tapi penampilan meyakinkan,” kata Aszhari.

Karena curiga petugas polisi di Soekarno-Hatta mendekati pelaku dan mengajaknya berbicara. Awalnya, DES mengaku dinas di Polda Metro Jaya di bagian Sumber Daya Manusia.

“Ditanya, linting berapa, dijawab Akpol sekian. “Kenal ini dong, sama pimpinan kami. Itu yang lama ya? Padahal pimpinan yang sekarang,” kata Aszhari.

Semakin banyak pembicaraan, DED semakin mencurigakan hingga oleh petugas ditarik ke Pospol. Selanjutnya, di bawa ke Polres Bandara dan dilakukan penggeledahan. Polisi menemukan banyak kejanggalan dalam identitas DES,

Saat ditangkap di Soekarno-Hatta, Selasa malam lalu, ia mau menjemput kakaknya yang datang dari luar negeri. DES mengaku sudah cukup lama menyaru sebagai polisi gadungan dan memang mendapatkan kemudahan akses. Salah satu contohnya adalah, ia bisa masuk area conveyor tanpa kartu pas.

“Padahal polisi biasa pun harus pakai pas,” kata Aszhari.

Baju polisi yang dikenakan DES, kata Aszhari, didapatkan DES dari situs online. Sementara, identitas dirinya sebagai anggota polisi dicetak sendiri. Kepada penyidik, awalnya dia mengaku mendapatkan baju tersebut dari pamannya yang dinas di Mabes Polri.

Untuk melancarkan penyamarannya, DES juga menyulap mobilnya menjadi seperti mobil anggota kepolisian. Plat mobil Daihatsu Luxio miliknya juga dipasangi plat polisi. “Sejauh ini, belum ada catatan kriminal pada dirinya,” kata Aszhari.

Kini, DES yang bekerja sebagai sopir lepas ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat Pasal 288 KUHP tentang penyalahgunaan tanda kepangkatan polisi dengan ancaman hukuman penjara dua tahun.

Sebelumnya, Tim Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap seorang penipu yang mengaku sebagai anggota perwira TNI berpangkat Kapten. Anwar Hasan alias Agus, 40 tahun ditangkap di tempat kosnya di Duri Kelapa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat setelah menipu dua korbannya di Bandara Soekarno-Hatta awal September lalu. “Pelaku adalah TNI gadungan,” ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Besar Royke Hary Langie. JONIANSYAH HARDJONO

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!