Rizal Ramli ‘Kepret’ Jawa Timur Soal Kesenjangan Ekonomi

321

redaksi.co.id – Rizal Ramli ‘Kepret’ Jawa Timur Soal Kesenjangan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menyentil kesenjangan ekonomi diantara kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Padahal, Jawa Timur dinilainya sebagai provinsi yang laju pertumbuhan ekonominya bagus. Dari segi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi (Jawa Timur) bagus, relatif baik dibandingkan provinsi lain.

Tapi ada gap yang besar antara Jawa Timur bagian utara dan bagian selatan, katanya usai menjadi pembicara dalam Forum Bisnis Munas Khusus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Surabaya, Ahad, 8 November 2015. Menurut Rizal, bagian selatan Jawa Timur masih tergolong kawasan miskin.

“Di selatan banyak yang miskin, kabupatennya belum benar-benar maju. Jadi saya minta Jawa Timur lebih banyak fokus ke yang selatan. Pacitan tempatnya SBY tuh, supaya bisa lebih maju dan makmur,” ujarnya. Sedangkan kawasan utara seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dinilainya sudah mandiri. Meski demikian, Rizal Ramli tetap memuji Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang maju di Indonesia.

Bahkan, ia menjulukinya sebagai Ibu Kota Indonesia Timur ditinjau dari volume perdagangan dan transaksi bisnis. Jatim ini ibukotanya Indonesia Timur, oleh karena itu Jatim bisa berfungsi sebagai motor untuk perbaikan dan perubahan di Indonesia Timur. Selain itu, masyarakat Jawa Timur dipandang sangat dinamis, berani mengambil risiko, dan mencoba sesuatu yang baru.

Sektor pertanian, kata Rizal, sejak dulu unggul dan produktivitasnya tinggi. Jawa Timur juga beruntung karena banyak gas di pantai-pantai utara. “Tolong dikonversikan itu jadi listrik, jadi gas untuk industri,” Rizal berujar. Rizal lalu berharap, Jawa Timur mendorong perdagangan ke kawasan Indonesia timur melalui rute kapal yang berangkat dari Surabaya.

Ia mengklaim, pihaknya telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 guna membangun ratusan kapal dan industri pengolahan ikan di sana.

“APBN kita geser ke Indonesia timur, akan banyak pembangunan ratusan kapal supaya rakyat bisa menangkap ikan. Lalu kita akan minta supaya dibikin industri processing ikan, sehingga rakyatnya bisa mendapat pekerjaan untuk pengusaha muda. Supaya nilai tambahnya ada,” ujarnya tanpa merinci berapa besar alokasinya.

“Saya nggak hafal, bisa dilihat sendiri. Dengan begitu, tak ada lagi kapal yang pulang tanpa membawa muatan. Kalau kita kembangkan ini, nanti kapal dari Indonesia Timur ke Surabaya pulangnya ada isi. Biaya transportasi akan murah, karena bolak-balik berisi,” kata Rizal.

(red/iti/mi/anik/SUH)

loading...

Comments

comments!