Gaji Naik 20 Persen, Alasan Pemain Sriwijaya FC Bertahan

redaksi.co.id - Gaji Naik 20 Persen, Alasan Pemain Sriwijaya FC Bertahan Sempat dibayangi eksodus pemain besar-besaran pasca-mundurnya manajer Robert Heri, kini Sriwijaya FCdapat bernapas lega dengan...

23 0

redaksi.co.id – Gaji Naik 20 Persen, Alasan Pemain Sriwijaya FC Bertahan

Sempat dibayangi eksodus pemain besar-besaran pasca-mundurnya manajer Robert Heri, kini Sriwijaya FCdapat bernapas lega dengan kepastian bertahannya pilar tim, seperti Asri Akbar, Ferdinand Sinaga, Patrich Wanggai, dan kapten Titus Bonai.

Salah satu penyebab bertahannya mayoritas pemain adalah kepastian kontrak dan kenaikan gaji untuk turnamen Piala Jenderal Sudirman.

Jika saat turnamen Piala Presiden para pemain hanya memperoleh gaji sebesar 25 persen dari nilai kontrak, maka selama tiga bulan ke depan Asri Akbar dkk. dipastikan mendapat pemasukan lebih.

Para pemain enggan menyebutkan besaran kenaikan gaji, namun diperkirakan pemain SFC mengantongi 45 persen dari nilai kontrak.

Yang pasti ada kenaikan, sebagai pemain tentu kami bersyukur dengan kebijakan manajemen ini dan bertambah semangat. Apalagi di tengah situasi sepak bola yang masih berpolemik, musim tarkam pun akan segera berakhir dengan mulainya musim hujan. Jika di Piala Presiden cuma jadi finalis, kami mengincar gelar juara di Piala Jenderal Sudirman, jelas Faturrahman, bek kiri SFC.

Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) juga sudah memberikan apresiasi kepada tiga klub, Persipura Jayapura, Mitra Kukar, dan Sriwijaya FC sebagai peserta Piala Jenderal Sudirman yang sudah memberikan kontrak pemain.

Klub-klub lain diimbau oleh APPI untuk mengambil langkah serupa.

Organisasi pemain profesional di Indonesia ini mengirimkan permohonan kepada Mahaka Sports and Entertainment untuk menetapkan standar minimum kontrak. Sebab, mengacu pada Piala Presiden, peserta turnamen hanya menerapkan kontrak per pertandingan untuk pemain.

Sebelum Piala Jenderal Sudirmandimulai pada 10 November 2015, APPI juga sudah membahas sistem kontrak yang diaplikasikan klub-klub peserta. Namun, mereka hanya menemukan tiga klub yang sudah mengikat pemainnya dengan kontrak hingga turnamen berakhir pada Januari 2016.

“APPI memberikan apresiasi kepada klub-klub yang telah memberikan dan menandatangani kontrak dengan para pemainnya. Menurut informasi yang kami dapatkan sampai Jumat (6/11/2015), di antaranya Persipura Jayapura, Mitra Kukar, dan Sriwijaya FC,” demikian pernyataan APPI.

“Kami berharap agar klub-klub peserta Piala Jenderal Sudirman lainnya mengikuti langkah tersebut. Sebab, kontrak merupakan sesuatu yang penting bagi pemain dan klub untuk melindungi hak dan kepentingan masing-masing,” lanjut pernyataan tersebut.

Manajer SFC, Nasrun Umar, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sangat berhati-hati dan mengikuti semua peraturan yang ditentukan saat memberikan kontrak kepada pemain.

Sriwijaya FC adalah klub besar di Indonesia dan punya reputasi baik selama ini. Karena itu saya sangat menekankan agar dalam hal apapun, termasuk kontrak pemain agar mengikuti semua aturan yang sudah ada, ungkapnya usai menyaksikan laga uji coba melawan PS Unsri, Minggu (8/11/2015) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!