Harga Emas Masih di Level Terendah Usai Rilis Tenaga Kerja AS

redaksi.co.id - Harga Emas Masih di Level Terendah Usai Rilis Tenaga Kerja AS Mengawali pekan ini, harga emas bergerak naik setelah melemah dalam delapan hari berturut-turut....

22 0

redaksi.co.id – Harga Emas Masih di Level Terendah Usai Rilis Tenaga Kerja AS

Mengawali pekan ini, harga emas bergerak naik setelah melemah dalam delapan hari berturut-turut. Akan tetapi, harga emas masih mendekati level terendah dalam tiga bulan.

Data penyerapan tenaga kerja non sektor pertanian Amerika Serikat (AS) yang melonjak mendorong kemungkinan harapan kenaikan suku bunga bank sentral ASpada Desember 2015 telah menekan harga emas.

Di pasar spot, harga emas naik 0,5 persen menjadi US$ 1.093,20 per ounce pada pukul 10.30 WIB. Harga emas sempat sentuh level terendah US$ 1.084,90 per ounce pada Jumat pekan lalu, yang merupakan level terendah sejak Agustus 2015. Hal itu seiring investor meningkatkan taruhannya kalau kenaikan suku bunga bank sentral AS mungkin terjadi pada Desember 2015.

Harapan itu meningkat setelah data tenaga kerja AS di non sektor pertanian bertambah 271 ribu pada Oktober, dan ini terbesar dalam 10 bulan. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 5 lima persen, dan terendah dalam 7,5 tahun. Padahal prediksi ekonomi, jumlah penyerapan data tenaga kerja meningkat 180 ribu.

“Harga emas mungkin dapat berlanjut untuk mengalami tekanan hingga pertemuan bank sentral AS pada Desember,” ujar Trader grup MKS Sam Laughlin seperti dikutip dari laman Reuters, Senin (9/11/2015).

Sam mengatakan, harga emas dapat kembali pulih ke level US$ 1.100 menjadi sulit. Selain itu, dolar AS juga mengalami kenaikan tertinggi dalam tujuh bulan.

Riset www.fortisasiafutures juga menyebutkan kalau harga emas terpantau bergerak naik setelah di akhir pekan turun sangat tajam. Harga emas masih bergulir di bawah rata-rata pergerakan 20 dan 50 harian.

“Logam itu masih cenderung bergerak turun. Stochastic masih berada di area oversold. Resistance dan support berada di harga US$ 1.097,40-US$ 1.084,40,” tulis riset tersebut.

Pada Jumat pekan lalu, harga emas jatuh ke level terendah dalam tiga bulan setelah data ekonomi AS menunjukkan terjadi penambahan pada sektor tenaga kerja sebesar 271 ribu pada Oktober.

Ini dapat membuat semakin berpeluang akan naiknya tingkat suku bunga the Fed pada Desember 2015. Harga emas turun hampir delapan persen sejak 28 Oktober. Indeks dolar AS naik sebesar 1,23 persen menjadi 99,29 pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!