Menteri Susi Orang Kedua Penerima Penghargaan Sepuluh Nopember

redaksi.co.id - Menteri Susi Orang Kedua Penerima Penghargaan Sepuluh Nopember SURABAYA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI Susi Pudjiastuti menyampaikan Pidato Kelautan Nusantara pada puncak...

22 0

redaksi.co.id – Menteri Susi Orang Kedua Penerima Penghargaan Sepuluh Nopember

SURABAYA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI Susi Pudjiastuti menyampaikan Pidato Kelautan Nusantara pada puncak peringatan Dies Natalis ke-55 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Grha Sepuluh Nopember ITS, Selasa (10/11/2015).

Susi sengaja dihadirkan karena dianggap sebagai sosok pemimpin yang tangguh dan senantiasa menyebarkan keutamaan sesuai tema peringatan Dies Natalis ke-55 ITS.

Susi dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menegakkan hukum laut Indonesia. Dalam pidatonya, ia pun mengaku bahwa langkahnya saat ini merupakan bentuk kerjasama solid antar berbagai aparat demi menciptakan perubahan.

Ini menjadi bukti bahwa jika dengan kemauan dan usaha, Indonesia sebenarnya bisa memperoleh kedaulatan maritim, ujar menteri yang juga Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product ini.

Meski menyadari bahwa beberapa kebijakannya kerap menimbulkan kontroversi, Susi ternyata tak ingin ambil pusing. Berbekal pengalamannya bergelut sebagai pebisnis profesional selama 30 tahun, ia mengaku tak terbiasa bekerja dengan cara tidak efektif.

Semua itu mungkin untuk dilakukan. Prinsipnya, jika saya tidak mulai untuk bergerak sekarang, maka tidak akan ada hasil yang bisa dicapai, ungkapnya menggebu disambut tepuk tangan hadirin.

Setelah resmi dilantik sebagai menteri pada Oktober 2014, pertama kali yang dilakukan Susi ialah meminta seluruh kepala daerah untuk tidak memungut retribusi dan membebaskan izin untuk seluruh kapal di bawah 10 Gross Tonnage (GT).

Menurutnya, para nelayan sudah bekerja sebagai anak bangsa. Maka, yang bisa negara berikan ialah meringankan beban mereka.

Karena sudah jelas bahwa sejatinya insentif tidak memiliki kontribusi apa pun kepada keuangan negara, jelas pemilik maskapai Susi Air ini.

Tak hanya itu, sistem database online yang digunakan oleh maskapai penerbangannya mendorong untuk mengaplikasikannya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpinnya saat ini. Seluruh data pun dibuat online, termasuk jumlah tangkapan ikan di laut Indonesia.

Bahkan sebelumnya, pejabat di Kementerian pun tak tahu datanya. Selain untuk internal kementerian, ini juga wujud transparansi kami kepada masyarakat, kata Susi.

Susi turut menuturkan bahwa motto pemerintah yakni menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. Keberlanjutan ekosistem laut pun dinilainya sebagai hal yang paling penting.

Untuk itu, saya mempertahankan hutan bakau sebagai wilayah revitalisasi laut serta melarang praktik penangkapan ikan yang berbahaya, tutur perempuan kelahiran 15 Januari 1965 tersebut.

Lebih lanjut, Susi kembali menegaskan bahwa keberlanjutan laut sangat penting. Menurutnya, laut ialah ekosistem, dimana tengah laut ialah hulunya dan pesisir sebagai hilirnya.

Sehingga, jika ingin membuat masyarakat pesisir sejahtera, maka ekosistem tengah laut harus dipertahankan dengan memperketat praktik penangkapan ikan, ujarnya mengingatkan.

Susi tahu betul bahwa beberapa pendapat negatif pun muncul di kalangan masyarakat. Menurut mereka, Susi hanya sibuk mengurus ekosistem laut tanpa memikirkan kesejahteraan nelayan.

Hal ini pun ia bantah dengan tegas. Kalau saya tidak mengurus keberlanjutan ekosistem laut, lantas beberapa tahun ke depan, nelayan mau menangkap apa? tanyanya retoris.

Hal lain yang menjadi sorotan Susi ialah penegakan kedaulatan laut Indonesia. Ini dapat dilakukan dengan cara melarang kapal asing untuk menangkap ikan di wilayah Indonesia maupun melakukan transit di tengah laut.

Ini adalah satu-satunya cara agar pemerintah bisa mengontrol transaksi keluar masuknya barang dari dan ke wilayah Indonesia, jelasnya.

Di akhir, Susi mengaku bahwa dirinya termasuk orang yang malas karena ia tidak senang bekerja secara berkali-kali. Oleh sebab itu, ia lebih memilih memperbaiki sistem dan menegakkan hukumnya.

Saya buat Permen (Peraturan Menteri), supaya aturannya sudah jelas dan sesuai hukum, sehingga berlaku hingga beberapa masa yang akan datang, pungkasnya.

Melihat sosok Susi yang tegas dan sangat inspiratif tersebut, ITS menganugerahkan penghargaan Sepuluh Nopember pada Sidang Terbuka Dies Natalis ke-55 ITS tersebut kepada perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat ini.

Penghargaan ini merupakan kali kedua diberikan oleh ITS kepada seorang tokoh, setelah sebelumnya dianugerahkan kepada mantan Presiden RI Prof Dr Ing BJ Habibie.

Sampai saat ini hanya dua orang Tokoh Nasional yang mendapatkan penghargaan Sepuluh Nopember, penghargaan ini sangat bergengsi, didapatkan melalui proses yang sangat selektif dan spesial, terang Ketua Penyelenggara Dies Natalis ITS ke-55, Raja Oloan Saut Gurning, ST MSc PhD.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD mengungkapkan, banyak hal mengapa ITS memberikan penghargaan kepada Menteri Berkinerja Terbaik Indonesia ini.

Salah satunya adalah dirinya mampu menunjukkan kualitas pemimpin yang baik dalam meningkatkan nama baik kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Beliau juga merupakan salah satu figur yang baik, patut dicontoh oleh para mahasiswa di ITS, tutur Guru Besar Teknik Lingkungan ITS ini.

(red/vit/idayat/AH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!