4 Fakta tentang Perempuan Tangguh Myanmar Aung San Suu Kyi

redaksi.co.id - 4 Fakta tentang Perempuan Tangguh Myanmar Aung San Suu Kyi Peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi memenangkanpemilihan umum legislatif di Myanmar. Langkah perempuan...

22 0

redaksi.co.id – 4 Fakta tentang Perempuan Tangguh Myanmar Aung San Suu Kyi

Peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi memenangkanpemilihan umum legislatif di Myanmar. Langkah perempuan tangguh itu di panggung politik tidak terhenti, meski konstitusi melarang putri pahlawan Myanmar, Jenderal Aung San maju sebagai presiden.

Suu Kyi memenangkan kursi parlemen bersama partainya League for Democracy (NLD) dalam pelaksanaan pemilu paling bersejarah di negeri yang dikenal sebagai Burma di dunia Barat.

Dia sukses duduk sebagai legislator untuk konstituennya di wilayah Kawhmu, Yangon.

“Meski tak bisa jadi presiden, itu tak akan menghalangi saya ikut andil dalam pembuatan kebijakan,” kata Suu Kyi, dalam wawancara dengan BBC, Rabu (11/11/2015).

Angkatan bersenjata meminta agar Suu Kyi tidak dijadikanPresiden Myanmar karena anak-anaknya merupakan warga negara asing.

Perjuangan ikon demokrasi Myanmar itu di dunia politik tidaklah mulus. Beberapa kali dia diganjal untuk eksis dalam. Dia juga pernah menjadi tahanan rumah karena perjuangannya untuk memperjuangkan demokrasi.

Perjuangannya itu mendapat sorotan dunia. Kisah tentang hidup dan langkah politiknya selalu menarik untuk diikuti.

Setidaknya, ada 4 fakta menarik tentang Aung San Suu Kyi yang dihimpun Liputan6.com. Berikut fakta-fakta tersebut:

Kisah hidup Aung San Suu Kyi menarik perhatian sutradara Luc Besson. Pria yang juga seorang produser dan penulis skenario asal Prancis itu mengabadikan perjalanan hidup Suu Kyi dalam sebuah film bertajuk The Lady.

Film itu tidak hanya bercerita tentang Myanmar di bawahkediktatoran Jenderal Tan Shwe. Cerita tentang pernikahan Suu Kyi dengan Michael Aris sangat ditonjolkan dalam The Lady.

Besson menggunakan alur maju-mundur serta lompatan waktu untuk mengemasnya.

Pada film itu, Suu Kyi digambarkan sebagai sosok yang keras kepala tapi sangat mencintai keluarganya.

Sosok Suu Kyi di sini diperankan oleh Michelle Yeoh. Aktris yang pernah membintangi Charlie’s Angels ini harus menurunkan berat badannya untuk menambah penghayatannya selama memerankan wanita yang dilekat dengan bunga di rambutnya itu.

Ayah Suu Kyi,Jenderal Aung San merupakan pahlawan nasional Myanmar. Dia lahir pada 13 Februari 1915 dan dikenal sebagai seorang revolusioner nasionalis, jenderal, dan politikus Burma, sebut Wikipedia.

Atas perjuangan dan jasanya memperjuangkan demokrasi, hari kematiannya ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Myanmar.

Pada 19 Juli 1947, Aung San dan sejumlah pemimpin Myanmar ditembak mati oleh kelompok bersenjata dalam sebuah pertemuan kabinet. Saat itu, seorang pemberontak menodongkan pistol ke keningnya. Namun, hal itu tidak membuatnya menyerah. Dia hanya menutup mata. Sang pemberontak pun menarik pelatuknya.

Peristiwa ini terjadi 6 bulan setelah Inggris memberikan kemerdekaan kepada Myanmar.

Pistol yang sama, pun mengarah ke jidat Suu Kyi berpuluh-puluh tahun kemudian.

Wanita besi ini tidak gentar memperjuangkan demokrasi bagi rakyat Myanmar. Perjuangannya tetap berjalan, meski dia menjadi tahanan rumah selama 15 tahun. Dia dikurung di rumahnya di Jalan Universitas Nomor 54, Yangoon. Selama itu pula, rumahnya dikilung dengan pagar besi.

Namun, Suu Kyi sering kali berpidato kepada para pendukungnya dari belakang pagar rumahnya.

Pada November 2010, dia dibebaskan.Pagar besi rumahnya pun dijual. Benda tersebut berada di militer Burma selama bertahun-tahun.

“Harga yang diminta untuk pintu pagar itu mencapai US$ 200.000 atau sekitar Rp 2 miliar,” kata seorang anggota terkemuka dari partai politik pimpinan Suu Kyi, seperti dikutip dari BBC, Sabtu 31 Januari 2015.

Pagar tersebut bercat merah dan kuning dengan jeruji di atasnya dan ditempeli nomor rumah yang terbuat dari keramik tua.

Uang hasil penjualan pagar rencananya akan dipakai untuk membangun kantor baru bagi partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi.

Michael Vaillancourt Aris adalah pria yang berhasil menjerat hati seorang Aung San Suu Kyi. Pria asal Inggris itu merupakan seorang penulis yang 27 Maret 1946. Dia banyak menulis soal kebudayaan Bhutan, Tibet, Buddhisme dan Himalayan.

Aris meninggal pada 27 Maret 1999 pada umur 53 tahun.

Suu Kyi dan Aris dianugerahi dua orang anak, Alexander Aris dan Kim Aris. Kedua anaknya berkewarganegaraan Inggris. Ini merupakan salah satu alasan langkah Suu Kyi maju dalam pemilihan Presiden Myanmar terganjal. Angkatan bersenjata meminta agar Suu Kyi tidak dijadikan presiden.

Partai Suu Kyi,NLD pernah memboikot pemilu karena penolakan yang sama pada 1990. Walau pada pesta demokrasi itu NLD menang mutlak.

Pemerintah Myanmar kala itu pun tak tinggal diam. Hasil pemilu ditolak. Rival utamanya, Thein Sein berhasil memenangi pemilu dengan mudah dan menjadi Presiden Myanmar. (Bob/Ans)

(red/vit/idayat/AH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!