Menteri Susi: Pengusaha Asing Hanya Mencuri

redaksi.co.id - Menteri Susi: Pengusaha Asing Hanya Mencuri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengancam akan menenggelamkan kapal penangkap ikan ilegal.Hal ini disebabkan banyak pengusaha ikan...

11 0

redaksi.co.id – Menteri Susi: Pengusaha Asing Hanya Mencuri

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengancam akan menenggelamkan kapal penangkap ikan ilegal.

Hal ini disebabkan banyak pengusaha ikan dari negara tetangga tidak ingin membangun pabrik pengolahan di dalam negeri.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti berharap para investor asing jangan datang ke perairan di Indonesia hanya mengambil ikan sembarangan. Tanpa ada niat investasi, pengusaha perikanan dari negara tetangga bertujuan mencuri ikan di Indonesia saja.

“Kalau tidak mau investasi, nyolong bisa,” ujar Susi di kantor KKP, Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) 115, Susi yakin pengusaha perikanan dari seluruh negara tidak akan berani lagi mengambil ikan di Indonesia tanpa berinvestasi bangun pabrik. Meski penangkapan ilegal berkurang, namun Susi yakin para pencuri ikan hanya menunggu sampai ada perubahan Perpres tersebut.

“Perpres 115 ini dibaca oleh pemain Ilegal Unreported Unregulated (IUU) dan prosesnya tidak ada kesempatan mau dapat ikan ya harus bangun (pabrik) di Indonesia,” kata Susi.

Saat ini sudah ada beberapa negara yang ingin berinvestasi bangun gudang ikan di Indonesia, namun mereka belum mau membawa cold storage tersebut ke Indonesia menunggu perubahan Perpres.

“Tapi mereka saat ini belum mau bawa kemari, dipikirnya kebijakan (Perpres 115) ini hanya sementara saja,” papar Susi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan dalam lima tahun ke depan, investasi yang masuk di sektor kelautan-perikanan mencapai Rp 95 triliun.

Untuk mencapai target investasi tersebut, nilai pertumbuhan ekonomi dari sektor kelautan-perikanan diharapkan mencapai tujuh persen.

Susi mengatakan, untuk membangun industri kelautan-perikanan yang kuat dibutuhkan masuknya investasi baru.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!